MI Muda

Tentara, Masyarakat, dan Mahasiswa Manunggal di Desa

Ahad, 6 August 2017 06:16 WIB Penulis: Iis Zatnika

DOK TMMD

Mereka berbagi ide dan memeras keringat untuk jalan, sanitasi, dan sumber air yang lebih baik, juga pendidikan anak-anak muda dan para belia.

PAGI selalu sibuk bagi para tentara, mahasiswa, warga, perangkat desa yang selama empat pekan, mulai 4 Juli hingga 2 Agustus lalu, intens berkolaborasi di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan pembangunan fisik, susul-menyusul dilakukan, bergantian dengan aktivitas nonfisik, menjadikan hari-hari di desa di kaki Gunung Sanggabuana ini selalu istimewa.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang menaungi kerja bareng itu, salah satunya berwujud kesibukan di balai desa. "Setiap Rabu dan Jumat, kami membantu pihak TNI yang bekerja sama dengan beberapa dinas di Karawang melakukan sosialisasi beberapa peraturan dan program. Kami bertugas mengajak warga mengikutinya. Selain itu, ada seminar sosialisasi yang melibatkan TNI sebagai pemateri," ujar Septiyani, 21, mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, kepada Muda, Kamis (3/8). Septi dan 31 temannya ialah mahasiswa KKN tematik yang ditempatkan di Mekarbuana bersamaan dengan dilaksanakannya TMMD.

Inspirasi dan edukasi

"Kami membantu mempertemukan aparat pemerintah yang perlu melakukan sosialisasi, dengan masyarakat yang menjadi sasarannya. Ada sosialisasi tentang UU Pernikahan, penyuluhan agar anak-anak muda menjauhi penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya memiliki KTP, akta kelahiran, dan SIM," kata Kapten Infanteri Suryadi, Danramil 0410 Pangkalan, Kodim 0604 karawang yang juga Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD di Desa Mekarbuana ketika ditemui Muda seusai Upacara Penutupan TMMD 99 Tahun Anggaran 2017 Kodim 0604/Karawang di lapangan Buper, Desa Mekarbuana, Rabu (2/8).

Masih berwujud kegiatan pembangunan nonfisik, kerja sama pun dilakukan di SD Mekarbuana 2. Tentara dan mahasiswa sama-sama masuk ke sekolah untuk menebar inspirasi tentang perjalanan akademik yang bisa ditempuh anak-anak desa ke depan, pun profesi penjaga kedaulatan negara yang juga sahabat masyarakat.

"Kami bekerja sama dengan TNI untuk melatih anak-anak melakukan LBB atau latihan baris-berbaris, datangnya tentara membuat anak-anak lebih bersemangat," ujar Septi yang bertugas sebagai bendahara sekaligus perwakilan kelompok yang berkoordinasi dengan TNI untuk pelaporan kegiatan.

Jalan dan Gema Sang Juara

Kompaknya tentara, mahasiswa, dan warga kian kentara dalam pembangunan fisik yang dinaungi TMMD. Interaksi mereka terlihat nyata dan intens di lapangan.

Muda menjumpai jalanan yang menurut Suryadi dirintis dari nol karena berwujud hutan, kurang dari 2 km sebelum lapangan Buper. "Jalan itu sepanjang 5,6 km, menghubungkan kawasan Cijati dengan Sirnaruju," ujar Suryadi yang mengaku bersama timnya membangun jalanan itu, bermula dari membabat hutan hingga melakukan pelapisan dengan batuan.

Bukan cuma 140 anggota TNI Angkatan Darat dari Kodim 0604, Yonif 312 Kala Hitam, Yonif 320 Badak Putih, perwakilan Angkatan Udara Surya Darma Subang serta perwakilan Polri, yang hadir di sana, warga pun berpartipasi di sana. Para bapak dan pemuda urun tenaga, ibu-ibu menghidangkan makanan dan anak-anak datang sebagai tim penggembira.

Kerja bareng juga terjadi dalam proyek pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 22 unit, yang tersebar di empat dusun di desa yang punya panorama sungai nan eksotis dan kini menjadi destinasi favorit warga Karawang itu. "Bayangkan, dari rumah yang tadinya tak layak, kemudian kami renovasi dengan bergotong royong, hingga akhirnya dicat. Ini semua kami persembahkan untuk para lansia dan warga tidak mampu," ujar Suryadi.

Terkait dengan program sanitasi, agenda Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban alias Gema Sang Juara yang ditargetkan pada TMMD, juga diwujudkan di Mekarbuana. Ada dua unit fasilitas MCK umum yang dibangun di RW 01. MCK ini diharapkan dapat mengurangi insiden diare serta berbagai penyakit lainnya yang dipicu minimnya fasilitas sanitasi. Sementara itu, di sumber airnya, desa yang kaya sumber mata air ini, TMMD membangun fasilitas penampungan air bersih di Kampung Parakan Badak, salah satu wilayah di Mekarbuana yang sanitasinya, bergantung pada sumber mata air.

"Selain itu, kami merenovasi dua unit bangunan PAUD, posyandu, serta dua poskamling. Semua kegiatan itu tentu dilakukan berdasarkan masukan dari warga karena merekalah yang akan memakai dan merawatnya seusai TMMD ini berakhir," ujar Suryadi yang mengaku, dalam seluruh proses pembangunan itu, kendati dibantu warga, anggota TNI-lah yang menjadi motor. "Kan, anggota kami memnag dibekali dengan berbagai keterampilan, ada yang bisa nembok, bikin kusen, bahkan saya sendiri bisa lo mengemudikan alat berat," ujar Suryadi.

Kolaborasi semua

Interaksi dengan warga tak hanya terjadi dalam situasi formal, tapi juga dalam kerja kolaborasi dengan mahasiswa, saat para tentara tinggal empat pekan lebih bersama keluarga asuh yang menyediakan tempat tinggal hingga memasakkan makanan. "Yang paling seru tuh itu, ketika makan liwet bersama, di atas daun pisang seperti tradisi warga. Tak ada jarak," kata Suryadi yang juga rutin menjalin kebersamaan dengan olahraga bersama.

Empat pekan yang padat kegiatan, pun sarat kebersamaan itu, menurut Fhikry Al Fauzy, 21, Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, Ketua Kelompok Bidang Keagamaan dan Ekonomi Kreatif KKN tematik di Mekarbuana, yang juga pemuda Karawang, menjadi peranti buat mengatrol percepatan pembangunan kampungnya. "Ini kolaborasi luar biasa karena di satu sisi TNI membangun infrastruktur desa melalui pembangunan jalan, MCK, sedangkan kami di sisi lain membangun sumber daya masyarakatnya melalui penyuluhan, seminar, pengajaran dan program-program lainnya," ujar Fhikry.

Mengawal program ekonomi kreatif dengan mengembangkan inovasi untuk produk lokal seperti keripik pisang serta mengadakan seminar Pemuda Membangun Desa, Fhikry menegaskan gotong royong berbagai pihak di desa teramat dibutuhkan. "Bangkitkan semangat pemuda di desa, sebenarnya pemuda Karawang itu kreatif dan memiliki keinginan besar, yang diperlukan adalah kerja bareng, turun bersama," kata Fhikry. (M-2)

Komentar