Polemik

Tidak Ada Ruang bagi yang Ingin Kacaukan Bangsa

Senin, 7 August 2017 07:11 WIB Penulis: Ric/P-1

Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan -- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bagaimana temuan Kemenkominfo terkait radikalisme di media sosial?
Mengkhawatirkan. Ini kan sudah propaganda, sekarang kamu lihat, kan, kalau ada propaganda. Itu harus ditangkal walaupun sekecil apa pun, mereka menggunakan channel yang ada untuk propaganda mereka. Oleh karena itu, mengenai yang bertentangan dengan dasar negara, kita tidak akan toleransi. Propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI, kita tidak akan toleransi. Kita sudah sepakat kalau kita NKRI dan berdasar pada UUD dan Pancasila. Begitu ada yang mengancam dan bisa mengancam keselamatan negara, kita perlu ambil tindakan.

Tindakan seperti apa yang dilakukan Kemenkominfo?
Kita adakan pengajuan kepada pemilik platform. Platform sendiri ada aturan untuk tangkal konten negatif. Internet itu kan lingkungan kita, jadi lingkungan harus dijaga. Ada aturan standar yang harus dijaga di konten-konten tersebut. Tapi karena platform ini berlakunya multinasional, harus ada konten-konten yang memang secara perundangan kita itu tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, mereka juga harus perhatikan hal tersebut.

Bagaimana kerja sama dengan mereka?
Sejauh ini sangat baik. Kemarin ada penutupan karena memang kita tidak ada akses langsung ke mereka (Telegram). Tapi setelah berdiskusi dengan baik, mereka sangat setuju untuk membantu kita. Beberapa media sosial seperti Google, Twitter sudah memiliki kantor di sini. Lalu akan ada peningkatan pembentukan PT Facebook Indonesia. Dengan demikian, hubungannya makin dekat.

Siapa yang mereka targetkan dan bagaimana polanya?
Mereka menargetkan semua, tapi yang paling rentan ialah yang memiliki pemahaman sedikit dan sudah ada bibit radikal. Untuk polanya, itu dianalisis BNPT. Kami hanya melakukan penangkalan. Kami tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, setiap laporan dan analisis dari berbagai pihak sangat kami butuhkan juga.

Tidakkah takut khawatir dituding represif?
Kita tidak boleh lemah, kita harus kuat dan akan ambil tindakan apa pun untuk kesatuan bangsa yang nomor satu. Siapa pun di masyarakat, negara jamin kerahasiaan dan pemanfaatan teknologi oleh mereka, tapi tidak ada ruang bagi mereka yang ingin mengacaukan bangsa ini. Walau mereka bersembunyi di balik kecanggihan teknologi, kita bisa cari mereka. Tapi kami akan jamin kerahasiaan Anda. Kalau bicara positif, silakan, tapi tidak ada ruang bagi mereka yang memanfaatkan teknologi untuk kacaukan negara ini.

Adakah kerja sama lainnya?
Kita kerja sama dengan dunia internasional yang memiliki concern sama, ada ASEAN, lalu New Zealand (Selandia baru), dan negara lainnya. Yang jelas problem radikalisme dan terorisme ini menjadi masalah yang sama di banyak negara. Karena itu, perlu kerja sama erat. (Ric/P-1)

Komentar