Humaniora

Jokowi Tegaskan Sulit Berkompetisi tanpa Ideologi

Sabtu, 12 August 2017 12:00 WIB Penulis: Yogi Bayu Aji

ANTARA/ROSA PANGGABEAN

PRESIDEN Joko Widodo menekankan Pancasila sebagai ideologi bangsa amat penting sebagai pegangan bagi tiap warga. Apalagi, tantangan ke depan semakin berat.

"Tanpa ada sebuah bintang pengarah, tanpa ada sebuah ideologi yang mengarahkan akan sulit kita bertarung, berkompetisi dengan negara-negara lain," kata Jokowi dalam peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8).

Dia menjelaskan, saat ini perubahan dunia sangat cepat. Teknologi berkembang sangat pesat sehingga perubahan ini harus diantisipasi dengan baik.

"Lima, sepuluh tahun lagi, Generasi Y akan mempengaruhi lanskap politik, pasar, ekonomi, sosial, semuanya akan berubah," jelas dia.

Menurut dia, perubahan ini sudah amat nyata dan menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, nilai-nilai karakter bangsa dan agama harus diperkuat. Hal ini mengingat adanya pertarungan dan infiltrasi ideologi melalui berbagai sarana.

"Baik melalui medsos, entah FB, Instagram, video blog, Twitter, Path, bisa lewat semuanya. Sekarang hati-hati, jangan sampai nilai-nilai kita hilang, karena terjangan infiltrasi ideologi," papar dia.

Dia pun menekankan, publik harus sadar bila Indonesia punya budaya yang beragam dari Sabang dan Marauke. Ada 250 juta pendudukan, 17 ribu pulau, 516 kabupaten/kota, 34 provinsi dengan 714 suku dan 1.100 bahasa lokal.

"Rasa optimisme, rasa kebanggaan sering hilang dari kita, karena kita enggak menyadari bahwa negara kita besar," jelas dia. (MTVN/OL-2)

Komentar