Polkam dan HAM

Panglima TNI Pastikan Dua Perwira Terlibat Perkelahian Diproses Hukum

Sabtu, 12 August 2017 15:17 WIB Penulis: Antara

ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan dua perwira yang berkelahi di lingkungan Halim Predanakusuma, Jakarta Timur, akan diproses. Pemeriksaan pun tengah dilakukan.

"Semuanya diperiksa, bukan hanya dua-duanya. Yang menyebabkan juga diperiksa," kata Gatot seusai peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8).

Dia menyayangkan konflik semacam ini terjadi tubuh jajarannya. Gatot pun ingin, kasus ini diusut tuntas.

"Pasti ada sebabnya. Itu suatu perbuatan tidak etis yang tidak boleh terjadi," ungkap dia.

Namun begitu, Gatot belum mau bicara soal sanksi yang dapat dijatuhkan kepada keduan perwira TNI Angkatan Udara itu. Hal ini, kata dia, adalah ranah hukum.

"Saya tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada alasan hukum," ucap dia.

Seperti diberitakan, dua perwira TNI, Kolonel Lek Andhi Herwanto dengan Letnan Kolonel Kes Siswanto terlibat perkelahian di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut ( Lakesgilut) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kejadian ini sempat direkam dan diunggah oleh warga ke YouTube.

Kejadian berawal setelah istri dari Andhi yang menjadi seorang dokter gigi di Lakesgilut ditegur Siswanto sebagai atasannya. Andhi tidak terima istrinya ditegur. Ia pun langsung datang ke Lakesgilu untuk meminta penjelasan Siswanto.

"Kejadian tidak seheboh yang di video. Pembinaan di lingkungan militer seperti biasa ada tahapan-tahapannya," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/8) kemarin.

Saat itu, lanjut Jemi, terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan perkelahian antara keduanya. Hidung Siswanto berdarah karena kontak fisik dengan Andhi. Tak lama berselang, keduanya bisa dilerai dan kini sudah dalam penanganan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU).

"Terjadi kesalahpahaman dengan kedatangan Andhi ke Lakesgilut yang diterima oleh Siswanto, menyebabkan terjadinya emosi dan tidak terkontrol. Secara tidak sengaja hidung Siswanto terbentur kepalanya Andhi dan berdarah," pungkas Jemi. (MTVN/OL-2)

Komentar