Polkam dan HAM

KPK Bantah Miliki File Rahasia Johannes

Ahad, 13 August 2017 05:49 WIB Penulis: Gol/I-1

Johannes Marliem, saksi kunci kasus dugaan megakorupsi proyek pengadaan KTP-E yang ditemukan tewas di Amerika Serikat. -- Dok. Facebook

JOHANNES Marliem, saksi kunci kasus dugaan megakorupsi proyek pengadaan KTP-E yang ditemukan tewas di Amerika Serikat, dilaporkan memiliki file sebesar 500 gigabita yang berisi rekaman puluhan jam pertemuan dengan para perancang proyek KTP-E, termasuk Ketua DPR Setya Novanto. Kini keberadaan file tersebut masih belum diketahui.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah mengantongi file rahasia milik saksi tersebut. “Saya belum terima laporan tentang hal itu, di mana benda yang disebut-sebut JM (Johannes Marliem) itu berada, entah ada atau tidak, saya belum mengetahui,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang secara diplomatis ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Johannes merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan AS yang menyediakan layanan teknologi biometrik. Dia dilaporkan meninggal dunia dengan luka tembak di kediamannya di kawasan Beverly Grove, Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (10/8).

Mengenai penyebab kematian Marliem, lanjut dia, Saut sepenuhnya menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum di negara terkait.

Kendati salah satu saksi kunci skandal megakorupsi itu telah meninggal, Saut memastikan tetap memproses kasus tersebut. Komisi antirasywah itu meyakini sejumlah alat bukti lain yang mereka miliki bisa menuntaskan perkara tersebut.

Dia mengatakan upaya untuk menguak fakta perkara tindak pidana korupsi tidak pernah dilakukan atas dasar satu sumber informasi atau saksi saja. Penyidik diyakini tetap memiliki strategi lain. “KPK tidak bergantung pada satu sumber untuk mencari kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan menegakkan kejujuran,” ujarnya.

Secara terpisah, anggota DPR dari Fraksi NasDem Taufiqulhadi mengatakan secara teknis hukum penetapan terhadap tersangka kasus KTP-E pasti dilakukan berdasarkan pembuktian yang akurat. Artinya, kematian saksi Marliem tidak lantas menggugurkan status hukum yang sudah disematkan kepada beberapa tersangka sebelumnya. (Gol/I-1)

Komentar