Humaniora

Maknai Kemerdekaan dengan Prestasi

Ahad, 13 August 2017 06:20 WIB Penulis: Puji Santoso

Fira Fatmasiefa (17 tahun), dan Bramasto Rahman Prasojo(15 tahun), peraih dua medali emas ajang ­International Conference of Young Scientist di ­Stuttgart, Jerman. -- MI/Puji Santoso

KEMERDEKAAN merupakan sebuah karunia yang tidak terkira. Dengan kemerdekaan yang sudah diraih selama 72 tahun, mereka yang berprestasi dapat melakukan yang terbaik demi keharum­an nama Tanah Air.

Dua peneliti muda tingkat dunia mengemukakan hal itu saat dimintai tanggapan mengenai arti kemerdekaan bagi anak-anak muda yang berprestasi. Kakak beradik Fira Fatmasiefa, 17, dan Bramasto Rahman Prasojo, 15, peraih dua medali emas ajang ­International Conference of Young Scientist di ­Stuttgart, Jerman, yang mengemukakan hal itu saat menjawab Media Indonesia di Medan, Sumatra Utara, kemarin.

“Kami bersyukur Tuhan memberikan rahmat kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Banyak yang dapat dilakukan anak-anak muda seperti kami, di antaranya sesuai dengan bidang yang kami suka ialah melakukan penelitian ilmu fisika dan informatika teknologi,” ujar Fira.

Fira ataupun adiknya, Bramasto, mengaku bangga selalu mewakili Indonesia di ajang kompetisi riset tingkat internasional di berbagai belahan dunia. Kakak beradik itu meraih dua medali emas di Jerman karena berhasil menemukan alat bantu baca huruf braille berbasis sains komputer yang diciptakan di sekolah mereka, SMA Chandra Kemala School (CKS) Medan.

Setelah riset di Jerman itu, Fira diundang mengikuti International Student Science Fair di Busan, Korea Selatan, pada Juni 2017. Setelah itu, dia dan adiknya kembali mengikuti ajang yang sama di Kathmandu, Nepal, pada Juli 2017.

Fira yang bercita-cita menjadi ahli di bidang astronomi fisika semakin bersyukur karena pada 17 Agustus 2017 ia dan adiknya diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara untuk memperingati detik-detik hari proklamasi di Jakarta.

Dengan kebanggaan sebagai anak muda Indonesia yang memiliki masa depan gemilang di bidang riset teknologi, Fira dan Bramasto mengajak anak-anak muda bangsa ini untuk memfokuskan diri dalam bidang masing-masing yang disukai.

Gapai mimpi
Dalam semangat yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pun berpesan kepada generasi muda untuk terus berjuang dalam menggapai mimpi dan mewujudkan cita-cita.

Menlu Retno menegaskan hal itu saat memberikan orasi kebangsaan pada penutupan kegiatan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2017 di Yogyakarta, kemarin.

Retno berpesan agar generasi muda termasuk mahasiswa terus berjuang meraih prestasi dan melakukan yang terbaik demi keharuman Ibu Pertiwi.

“Tiga puluh enam tahun yang lalu, saya berdiri di tempat ini seperti kalian. Saya bukan siapa-siapa, tapi saya punya mimpi. Mimpi inilah yang membawa saya bisa menjadi menteri seperti sekarang ini,” ujar Retno mengenang perjalanannya semasa berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

Pada kesempatan itu, Retno mengajak mahasiswa untuk mulai menetapkan tujuan yang ingin dicapai melalui studi mereka dan senantiasa berusaha serta berjuang demi mencapai tujuan itu.

“Untuk menggapai mimpi, perlu perjuangan. Perjuangan perlu dikejar dengan usaha, dengan doa, dengan kebajikan, dan dengan energi yang positif,” ucapnya.

Retno berpesan agar mahasiswa menghidupi panggilannya sebagai ge­nerasi penerus bangsa. “Indonesia harus menjadi besar, harus menjadi jaya, dan kalianlah yang akan mengisinya.”

Rektor UGM Panut Mulyono berpesan agar generasi muda menjaga semangat persatuan dan kerja sama sejak kuliah hingga mereka berkarya. (AT/X-6)

Komentar