Polkam dan HAM

Polisi Minta Keterangan Novel di Singapura

Ahad, 13 August 2017 06:21 WIB Penulis: Nic/N-1

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto -- MI/Adam Dwi

PENYIDIK Polda Metro Jaya dipastikan berangkat ke Singapura untuk meminta keterangan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Iya rencananya minggu depan berangkat (ke Singapura) bersama KPK. Sedang dikoordinasikan dengan KPK untuk waktu keberangkatan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, kemarin.

Menurut Setyo, keberangkatan penyidik kepolisian itu setelah Novel bersedia memberi keterangan.

“Kami sebenarnya kan sudah dari lama ingin memeriksa, tetapi yang bersangkutan waktu itu belum bersedia di-BAP (berita acara pemeriksaan),” tambah Setyo.

Novel diserang dengan air keras ketika dalam perjalanan pulang setelah menunaikan salat Subuh dari masjid di dekat rumahnya, Selasa (11/4).

Tim dokter di Singapura dipastikan akan mengoperasi mata kiri Novel yang tersiram air keras, Kamis (17/8).

Karena itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menyarankan pemeriksaan oleh tim kepolisian sebelum jadwal operasi besar tersebut.

Febri juga memastikan KPK telah menerima surat dari Polri untuk meminta keterangan dari Novel.

“Kami akan koordinasi lebih lanjut waktu yang tepat karena harus memperhatikan rencana operasi yang dilakukan pada 17 Agustus dan ada kewajiban bagi pasien secara medis untuk beris­tirahat dan melakukan sejumlah persiapan sebelum operasi tersebut. Kalau setelah operasi, mungkin akan sulit karena ada beberapa kendala teknis, baik untuk bagian mulut ataupun mata,” katanya.

Yang pasti, menurut Febri, komisioner KPK akan ikut mendampingi Novel selama pemeriksaan.

Dalam kasus itu, kepolisian antara lain telah meminta keterangan 59 saksi, 50 CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, dan 100 toko kimia.

Kepolisian juga telah menebar sketsa orang yang diduga pelaku penyiraman.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut polisi masih menunggu kepastian dari KPK untuk meminta keterangan dari KPK.

Akan tetapi, dia enggan memaparkan hal yang akan digali dari Novel. “Itu kan materi penyi­dikan, yang jelas tujuan ke sana untuk memeriksa,” imbuhnya.
Argo menambahkan kepolisian memiliki tiga sketsa wajah terduga pelaku. Hanya, sambung dia, yang baru diungkap adalah satu sketsa.

Dua lainnya, menurut Argo, masih menunggu konfirmasi dari saksi.

Argo juga belum memastikan apakah polisi akan membawa ketiga sketsa wajah itu.

“Itu nanti bergantung pada penyidik. Lagi pula Novel kan tidak melihat wajah penyerangnya. Yang melihat pelaku penyiram­an itu kan saksi,” kata Argo. (Nic/N-1)

Komentar