Polkam dan HAM

TNI-AD Gelar Latihan Tingkatkan Daya Tempur

Ahad, 13 August 2017 06:46 WIB Penulis: DW/P-3

Latihan antarkecabangan (latancab) TNI-AD 2017 di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, kemarin. -- MI/Dwi Apriani

TUGAS pokok TNI sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 ialah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Tugas pokok tersebut dapat dilaksanakan dengan operasi militer perang (0MP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

Untuk dapat melaksanakan tugas pokok itu, diperlukan prajurit yang profesional. Profesionalisme prajurit dapat terbentuk melalui latihan yang memadai dan kontinu.
Tahun ini, TNI-AD menggelar latihan antarkecabangan (ancab) di Baturaja, Sumatra Selatan. Puncak kegiatan itu disaksikan Kepala Staf Angkat­an Darat Jenderal Mulyono, Komandan Kodiklat AD Letjen Agus Kriswanto, para asisten KSAD dan Panglima Kotama TNI-AD, serta para perwira tinggi AD.

“Selaras dengan kebijakan pimpinan TNI-AD untuk mewujudkan prajurit yang disiplin, jago tembak, jago bela diri, jago perang, dan memiliki fisik yang prima, tuntutan perubahan harus dihadapi dengan peningkatan profesionalisme dan tertib administrasi,” tegas Mulyono di Baturaja, kemarin.

Dengan demikian, lanjutnya, latihan harus sesuai dengan realitas tugas operasi yang sesungguhnya agar mampu mewujudkan prajurit TNI-AD yang jago perang. Ia mengatakan tujuan latihan ancab ialah meningkatkan kemampuan tempur tingkat perorangan sampai dengan satuan setingkat brigade. Juga, meningkatkan kerja sama antarsatuan dalam wadah brigade tim pertempuran melalui operasi tempur yang didukung operasi intelijen dan operasi teritorial. “Muara­nya untuk mewujudkan si­nergi antarkecabangan guna memperoleh daya tempur tangguh dan efektif,” jelasnya.

Latihan militer, kata Mul­yono, dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut yang puncaknya berupa latihan antarkecabangan dengan melibatkan berbagai alutsista baru.

Latihan kali ini melibatkan satuan tempur, satuan bantuan tempur, satuan bantuan administrasi, satuan intelijen, dan satuan teritorial yang berjumlah sekitar 2.500 personel. Alutsista yang digunakan antara lain helikopter MI-35, tank Leopard, tank MI-113, meriam Caesar, dan meriam artileri pertahanan udara RBS 70. (DW/P-3)

Komentar