Humaniora

Muassasah Akan Bagikan Kemasan Kerikil Untuk Jemaah

Ahad, 13 August 2017 09:41 WIB Penulis: Siswantini Suryandari

Jemaah dari Cilacap Jawa Tengah mengenakan caping hijau saat tiba di Bandara Amir Abdullah bin Abdul Aziz Madinah, Jumat (11/8). -- MI/Siswantini Suryandari

MUASSASAH Asia Tenggara akan memberikan kemudahan bagi jamaah haji Indonesia saat berada di Muzdalifah. Jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi mencari batu kerikil, karena muassasah akan memberikan batu untuk lempar jumrah tersebut yang sudah dikemas dalam kantung kecil.

"Nanti setiap jemaah akan diberikan pada saat di Musdalifah," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis usai melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara di Mekkah, Jumat (11/8).

Menurut Sri Ilham, batu kerikil tersebut telah dipersiapkan oleh muassasah sejak April lalu. Batu telah dipecah menjadi kerikil dengan ukuran yang hampir sama. Kerikil itu juga sudah dicuci sebelum dikemas.

"Soal jumlah batu, lanjutnya, dipastikan akan sesuai kebutuhan, bahkan dilebihkan," ujarnya.

Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam memastikan bahwa batu dari muassasah itu nantinya sah untuk digunakan lempar jumrah. Meski diambil tidak pada hari H (saat mabit di Muzdalifah), hal itu tidak menjadi masalah. "Yang penting batu berasal dari Musdalifah," tegasnya.

Melempar jumrah menjadi salah satu kewajiban haji. Prosesi melempar batu tersebut dilaksanakan pada tanggal tertentu, yakni 10 Dzulhijjah (pilar aqobah sebanyak 7 batu), serta tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah di Pilar Ula, Wustha, dan Aqobah. Untuk jemaah yang akan meninggalkan Mina lebih awal, yakni pada 12 Dzhulhijjah (nafar awal), cukup melempar sampai tanggal 12 Dzulhijjah. (OL-3)

Komentar