Selebritas

Igor Saykoji - Bukan sekadar Gue Indonesia

Ahad, 13 August 2017 09:57 WIB Penulis: Indriyani Astuti/H-1

Igor Saykoji -- MI/Sumaryanto

RASA cinta Tanah Air dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Nasionalisme harus diwujudkan dalam perbuatan, bukan sekadar pernyataan. Penyanyi beraliran hip hop Ignatius Rosoinaya Penyami (disingkat Igor) atau lebih terkenal dengan nama Saykoji, 34, menuturkan nasionalisme sebaiknya dimaknai bukan hanya dalam arti sempit.

“Segala sesuatu tidak mendadak mengindonesiakan diri. Bertahun-tahun kita rayakan hari kemerdekaan, upacara di sekolah. Menurut saya nasionalisme bagaimana kita menampilkan diri kita dan dilihat bangsa lain,” ujar Igor ketika ditemui di sela-sela sebuah acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/8).

Menurut pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 8 Juni 1983 itu, nasionalisme bukan sekadar menyatakan diri sebagai orang Indonesia dan mengaku nasionalis, melainkan harus tecermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting bagaimana attitude kita. Bagaimana kita dilihat dari sudut pandang bangsa lain. Misalnya, kita salah satu negara pengguna internet terbesar di dunia, apa perspektif bangsa lain soal Indonesia di dunia sosial media?” imbuhnya.

Igor menyampaikan masyarakat Indonesia harus sudah belajar bagaimana menggunakan internet secara baik sehingga tidak terpapar oleh konten negatif yang merusak kehidupan berbangsa. Sebabnya, cara terbaik menangkal konten negatif di internet ialah menyaringnya lewat diri sendiri.

“Netizen-nya sendiri. Sama seperti ada film yang pakai kata-kata kasar dan ada film yang kurang mendidik. Tergantung dari kita yang mencernanya. Begitu orang khawatir sosial media berpengaruh negatif, kalau anak-anak kecil misalnya yang terpapar konten negatif. Orangtuanya ke mana? Mereka harusnya memberikan pemahaman,” papar Igor.

Berkaitan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang, pria pelantun lagu berjudul So What Gitu Loh itu mengatakan kemerdekaan di era demokrasi saat ini bukan diartikan bahwa kita dapat melakukan hal sebebas-bebasnya tanpa disertai dengan tanggung jawab.

“Kemerdekaan itu bukan semau gue. Bukan tanpa batas. Lantas kita melakukan hal yang salah. Kemerdekaan itu untuk kebebasan kita untuk memilih melakukan hal yang tepat. Kebebasan harus bertanggung jawab dan tidak bertabrakan dengan kebebasan orang lain,” ujarnya.

Tidak pada narkoba
Dunia hiburan dianggap rentan terkena pengaruh narkotika. Igor tidak menampik, narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) ialah sesuatu yang umum di dunia hip hop, tetapi itu terjadi di luar negeri. Menurutnya, bangsa Indonesia tidak seperti itu.

“Tapi kalau di Indonesia, enggak kayak gitu. Saya tidak tahu keputusan orang untuk pakai narkotika apa. Menurut saya komunitas hip hop atau enggak, kita orang Indonesia enggak di situ. Lebih baik dikenal lewat karya,” tegasnya.

Walaupun kerap absen dari layar kaca, Igor tetap aktif bermusik. Suami Tessy Penyami itu menyampaikan biasanya menggarap proyek musik bersama dengan teman-temannya.

“Sehari-hari menggarap musik, kadang untuk soundtrack film atau untuk video orang lain,” ujarnya ketika ditanya kesibukannya belakangan ini. (H-1)

Komentar