Humaniora

Hasil Evaluasi Ada Katering Tidak Sajikan Menu Sesuai Kesepakatan

Ahad, 13 August 2017 11:38 WIB Penulis: Siswantini Suryandari

Menu makan siang dan malam para jemaah haji Indonesia. -- MI/Siswantini Suryandari

TIM katering Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) menemukan beberapa penyedia katering menyajikan makanan tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.

Hampir rata-rata gramasi untuk katering jemaah Indonesia kurang. Kadang sampel yang diberikan perusahaan katering lebih gramasinya atau pas. Tapi pas dicek ke jemaah ukurannya kurang. Aturan yang disepakati untuk gramasi menu adalah nasi 200 gram, protein 180 gram, sayuran 90 gram ditambah air mineral dan buah.

"Katering yang memberikan menu dengan gramasi kurang mendapatkan teguran. Ada juga menu untuk jemaah dalam keadaan basi. Pihak katering langsung mengganti dengan nasi Arab," kata Ketua Daerah Kerja (Daker) Madinah Amin Handoyo mengungkapkan hasil evaluasi selama 14 hari, Minggu (13/8).

Amin menambahkan sesuai aturan, tim katering memberikan teguran pertama kepada perusahaan katering karena melanggar kesepakatan. "Aturannya teguran tiga kali. Kalau sampai tiga kali, kita putuskan kontrak. Selama dua tahun tidak bisa dipakai. Pemiliknya dipanggil dan langsung diganti," tegasnya.

Hasil evaluasi lainnya yang juga tak kalah penting adalah masalah penginapan dan hotel yang memiliki fasilitas ziarah.

Pada umumnya hotel-hotel hanya bekerja sama dengan satu pihak yang menangani fasilitas ziarah. "Sehingga saat jemaah akan ziarah, kendaraan ada tetapi tidak ada sopirnya. Jemaah selama di Madinah, kegiatannya ibadah Arbain dan ziarah. Ada gangguan dalam pelaksanaan ziarah. Kami sudah menyurati pihak penginapan untuk menyediakan fasilitas ziarah ini," ujarnya.

Kemudian ditemukan ada hotel yang punya lift rusak, listrik sering mati, dan AC kurang dingin. "Ini menjadi catatan bagi hotel yang tidak maksimal dari segi layanan. Ini akan menjadi perhatian agar hotel yang kita sewa memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam panduan."

Sedangkan persiapan jemaah ke Armina (Arafah, Musdalifah, Mina) secara umum menjadi tugas PPIH Arab Saudi. "Saat jemaah ada di Musdalifah menjadi tugas Daker Mekkah. Sedangkan Daker Bandara akan fokus pada jemaah saat berada di Mina. Bagi jemaah yang kondisinya risiko tinggi, cukup dibadalkan. Sedangkan di Madinah, bersih dari jemaah pada 20 Agustus," pungkasnya. (OL-3)

Komentar