Ekonomi

Melalu Jargas Pemerintah Ingin Pangkas Inefisiensi Biaya Gas Tabung

Ahad, 13 August 2017 13:23 WIB Penulis: Cahya Mulyana

ANTARA FOTO/Ardiansyah

PROYEK pembangunan jaringan gas bumi (jargas) dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setiap tahun dimaksudkan untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Tahun 2017 ini, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kabupaten/kota.

"Pembangunan jargas ini salah satunya adalah untuk mengurangi biaya penggunaan tabung LPG, bisa lebih hemat separuhnya," ujar Menteri Jonan saat meninjau rumah warga calon pelanggan jargas di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, 13/8.

Ia menjelaskan ketika penggunaan LPG turun dengan program jargas ke masyarakat maka jumlah impor LPG juga dapat ditekan. Sejauh ini pemerintah mendatangkan LPG sampai 4,5 juta ton.

"Maka impor bisa kurang dengan jargas karena gas langsung (dimanfaatkan untuk) domestik," terang Jonan.

Infrastruktur jargas rumah tangga di Kota Mojokerto tersebut mendapatkan alokasi gas dari Husky Cnooc Madura Ltd sebesar 0, 25 MMSCFD. Jargas Kota Mojokerto ini ada penugasan pemerintah kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) (Persero) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Pembangunan infrastruktur jargas Kota Mojokerto diperuntukkan bagi 5.000 SR dengan nilai kontrak sebesar Rp. 49,5 miliar. Wilayah sambungan jargas Kota Mojokerto meliputi Kecamatan Kauman (502 SR), Mentikan (607 SR), Prajurit Kulon (1.265 SR), Surodinawan (1.522 SR) dan Miji (1.104 SR).

Sementara itu, infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 MMSCFD. Jargas di Kabupaten Mojokerto merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melalui APBN TA 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 SR di Kecamatan Ngoro, dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,8 miliar.

Jargas di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan nilai kontrak total sebesar Rp 87,3 M ini akan menyusul Surabaya dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, Jonan juga melihat pengembangan infrastruktur jargas di Kabupaten Sidoarjo yang dibangun dari dana APBN.

Hingga saat ini, telah dilaksanakan empat tahap pembangunan jargas di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 10.350 SR telah terpasang dan 89% dari total tersebut atau 9.187 SR telah dialiri gas dari Lapindo Brantas Inc, sebesar 0,8 MMSCFD.

Kementerian ESDM bersama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga untuk wilayah Mojokerto, Jawa Timur sebanyak 5.000 sambungan. Proyek ini diharapkan selesai pada akhir 2017.

"Hari ini proyek Jargas untuk rumah tangga sebanyak 5.000 sambungan di Kota Mojokerto telah dimulai, nantinya ibu-ibu sudah bisa menikmati masak pakai gas bumi yang hemat ini tahun ini juga," katanya.

Sebelumnya, pada awal Agustus ini, Kementerian ESDM melalui penugasan ke PGN juga telah memulai pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Bandar Lampung sebanyak 10.321 sambungan gas. "Tahun ini, PGN ditugaskan untuk membangun jaringan gas ke rumah tangga sebanyak 26.000 sambungan yang tersebar di Mojokerto, Bandar Lampung, DKI Jakarta dan Musi Banyuasin," ungkapnya.

Kementerian ESDM, akan terus memperluas jaringan gas bumi, tahun lalu telah dioperasikan jaringan gas bumi di Surabaya sebanyak 24.000 sambungan, Tarakan 21.000 dan Batam 4.000.

"Pemerintah bersama BUMN setiap tahunnya akan terus menambah pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat besar menggunakan gas bumi, mulai dari lebih efisien, mudah, praktis dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan," terangnya.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menambahkan, selaku BUMN di sektor gas bumi, PGN siap melaksanakan penugasan yang diamanatkan pemerintah. PGN akan terus mendukung program konversi energi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.

"Saat ini PGN telah membangun dan mengelola lebih dari 7.270 km pipa gas bumi atau setara 80% infrastruktur pipa gas bumi Indonesia," katanya.(OL-3)

Komentar