Nusantara

Petani Garam Pangkep Ramai-Ramai Daftar Haji Setelah Harga Naik

Ahad, 13 August 2017 15:11 WIB Penulis: Afizal Wahab/MTVN

ANTARA

PARA petani garam di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan ramai-ramai mendaftar haji setelah terjadi lonjakan harga garam di Tanah Air. Bahkan para penambak ikan bandeng berubah haluan bertani garam di wilayah itu begitu harga garam mengalami lonjakan harga dalam satu bulan terakhir ini.

Warga di kelurahan Bori Masunggu Kecamatan Labakkang Kabupaten Panghkep Sulsel ramai-ramai mendaftar untuk naik haji bersama keluarga mereka.

Dia mengaku ada pemasukan lumayan setelah terjadi lonjakan kenaikan harga garam dari sebelumnya Rp40 ribu per satu karung ukuran lima puluh kilo gram kemudian naik hingga Rp170 ribu.

Melihat peluang harga yang menjanjikan tersebut, bahkan warga yang umumnya sebagai petani tambak bandeng dan udang berlomba-lomba bertani garam.

Hal itu mereka lakukan bukan tanpa alasan selain karena harga garam yang mengalami keniakan bertani ikan bandeng di musim kemarau juga kurang maksimal.

Salah satu diantra petambak ikan bandeng yang beralih jadi petani garam Atong menuturkan dia memilih beratani garam karena harga garam mengalami lonjakan harga yang drastis.

Tambak garam miliknya bahkan mampu menghasilkan garam sediktinya sepuluh karung setiap satu petak dan dipanen satu kali dalam setiap empat hari.

Kenaikan harga garam baru-baru ini diakuinya sangat menguntungkan petani meski harga saat ini turun lagi. "Turunnya harga saat ini masih membuat petani untung."

Pengumpul sekaligus petani garam Sainuddin mengatakan harga garam kini sudah turun pasaca terjadi lonjakan harga dari sebelumnya Rp170 ribu. "Kini harga garam turun jadi Rp 130 ribu rupiah setiap satu karungnya untuk ukuran 50 kilo gramnnya."

Harga normal garam sebelumnya hanya kisaran Rp40 ribu untuk setiap satu karung ukuran 50 kilo gramnya dari petani ke pengumpul garam.

Garam hasil petani tambak garam yang ada di kelurahan Bori Masunggu Kabupaten Pangkep, Sulsel tersebut umumnya dikirim ke Surabaya dan Madura untuk di pasarkan lagi.(OL-3)

Komentar