Polkam dan HAM

Ini Alasan PDIP Tak Ingin Terburu-buru Deklarasikan Dukung Jokowi

Ahad, 13 August 2017 19:25 WIB Penulis: Astri Novaria

ANTARA

HINGGA saat ini, ada sekitar empat partai politik yang sudah menyatakan akan mengusung kembali Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Adalah Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meski demikian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) enggan terburu-buru dalam mendeklarasikan dukungan ke Jokowi untuk maju di Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa dalam berpolitik ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, termasuk soal menentukan arah dukungan untuk Pilpres 2019 mendatang. Bagi PDIP, sambung Hasto, bukan sekadar ikut-ikutan deklarasi tetapi yang lebih penting untuk partai berlambang banteng saat ini adalah menyukseskan pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

"Pada waktunya nanti kami akan berbicara tentang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari PDIP," ujar Hasto di Kantor PDIP, Jakarta, Minggu (13/8).

Meskipun belum mendeklarasikan dukungannya, Hasto mengatakan bahwa menjadi sebuah tradisi di PDIP selalu memberikan kesempatan bagi kepala daerah termasuk juga presiden untuk kembali menjabat apabila pemimpin tersebut mampu menjaga komitmen kerakyatannya dan berhasil membawa perubahan dengan meletakkan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Syarat utama untuk mencalonakan adalah kepemimpinan tersebut harus betul-betul membumikan Pancasila untuk rakyat dan meletakkan masa depan yang lebih baik untuk Indonesia. Kami tidak ingin membawa sebuah suasana politik persaingan yang tidak perlu. Terlebih, saat ini menghadapi problematika yang tidak mudah sehingga lebih baik berikan dukungan yang lebih efektif agar Bapak Jokowi lebih berhasil lagi dan lebih baik lagi," terangnya.

Hasto meyakini sebuah dalil politik bahwa siapapun mereka yang bekerja keras untuk rakyat maka rakyat pun akan memberikan apresiasi. Dalam hal ini, sambung Hasto, PDIP tidak ingin mendahului kehendak rakyat tersebut.

"Tapi kami meyakini bahwa kepemimpinan Jokowi yang menyatu dengan rakyat memberikan fundamen yang baik bagi beliau untuk terpilih kembali. Di situlah dukungan dari partai diberikan," paparnya.

Hasto menambahkan dalam Kongres PDIP IV telah memberikan mandat kepada Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP untuk menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2019 yang akan datang.

"Dari sisi tahapannya kalau tidak salah akan ditetapkan Oktober 2018, sehingga kami masih punya waktu agar ketika partai memberikan dukungan senafas dengan kehendak rakyat. Kami tidak ingin ada gap antara kehendak partai dan kehendak rakyat," pungkasnya. (OL-3)

Komentar