Polemik

Ancaman terhadap Saksi Korupsi Paling Besar

Senin, 21 August 2017 08:20 WIB Penulis: Ric/P-1

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo -- MI/Susanto

Bagaimana mekanisme kerja sama dengan penegak hukum?
Seharusnya mereka mendatangi kami ya, baik KPK, kepolisian, maupun kejaksaan. Apalagi dengan KPK ada MoU yang masing-masing tahu hak dan tanggung jawab dalam melakukan perlindungan itu.

Apakah LPSK hanya pasif?
Kalau dulu memang kami ini lebih bersifat pasif. Dalam artian perlindungan itu menunggu ada permohonan. Setelah 2014 (UU No 31/2014), dengan adanya masukan oleh teman-teman dari Komisi III (DPR) agar LPSK itu proaktif. Oleh karena itu, perlindungan yang diberikan LPSK tidak lagi menunggu permohonan orang.

Langkahnya seperti apa?
Kami lakukan lebih dulu tanpa ada permohonan dari yang bersangkutan. Kami menawarkan bantuan, misalnya ada berita di media atau ada laporan dari orang yang tahu ada peristiwa itu. Kita kemudian berinisiatif mendatangi korban, saksi, atau pelapor untuk menawarkan perlindungan.

Tahu ada korban setelah ada pemberitaan?
Iya, atau pokoknya setelah ada laporan orang.

Bukannya publikasi menjadi berisiko?
Justru kita melakukan upaya proaktif, kan, seperti itu, kita tidak tahu semua peristiwa yang terjadi, kita baru tahu lewat media, misalnya. Itu pun kalau yang bersangkutan bersedia. Kalau tidak bersedia, kita sama sekali tidak bisa lindungi, kecuali itu yang dirujuk oleh institusi penegak hukum.

Berapa jumlah rujukan dari penegak hukum?
Kalau rujukan dari KPK, padahal ini kerja sama sudah lama dan keberadaan kami sudah cukup lama, 9 tahun, itu jumlahnya baru 17 kasus. Oleh karena itu, dalam beberapa kesempatan, saya tekankan bahwa perlindung­an itu diserahkan kepada LPSK. Kalau kami yang melakukan, tidak mungkin ada intimidasi terhadap saksi.

Dari Polri?
Banyak sekali, terutama dari Polda Jawa Timur. Itu paling banyak.

Ancaman yang paling tinggi di kasus apa?
Kalau yang paling tinggi yang terancam jiwanya terutama untuk kasus korupsi. Itu yang ancaman ke arah penghilangan jiwa itu paling besar.

Bagaimana keamanan perlindungan LPSK?
Kalau seseorang berada dalam perlindung­an LSPK itu sepenuhnya dalam tanggung jawab kami, baik keselamatan jiwanya, keluarganya, maupun yang masuk ke perjanjian itu, semua ditanggung LPSK. Dalam pekerjaannya, kami buat perjanjian dengan yang bersangkutan tentang hak dan kewajiban mereka sebagai seorang terlindung. Bahkan kalau seorang terlindung kemudian membocorkan rumah aman, misalnya, itu bisa kena pasal pidana. (Ric/P-1)

Komentar