Ekonomi

Jepang Relokasi Industri Perikanan

Sabtu, 26 August 2017 01:30 WIB Penulis: (Jes/E-1)

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menerima keinginan Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya ialah Itochu Corporation. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan perusahaan itu sudah mulai kehabisan bahan baku di pabrik Thailand. "Saya dapat kabar baik dari Jepang kalau salah satu perusahaan besar, Itochu, akan memindahkan pabrik pengolahan ikan dari Thailand ke Indonesia. Mereka buka pabrik di sini karena butuh bahan baku, di sini sudah banyak," ucap Susi di kantornya, Jakarta, Jumat (25/8).

Menurutnya, hasil pemberantasan illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) sudah membuahkan hasil yang dilihat dunia internasional. Dari larangan operasional kapal ikan asing dan eks asing di wilayah perairan Indonesia, stok ikan bertambah dari 6,5 juta ton pada 2014 menjadi 12,5 juta ton pada tahun ini. Untuk rencana pabrik hasil relokasi dari Thailand, Susi mengatakan Jepang ingin lebih berfokus pada gurita. "Sebenarnya macam-macam yang mereka inginkan. Ada tuna, kakap, udang, tapi gurita yang sangat dicari orang jepang. Saat ini gurita yang paling banyak ada di Indonesia. Di Afrika sudah hampir habis," jelasnya.

Pabrik relokasi itu rencananya dibangun di beberapa wilayah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Namun, pihak Jepang belum menyebut rencana detail lokasi dan nilai investasinya. Pada September mendatang, Jepang akan mengunjungi Indonesia untuk membicarakan rencana tersebut dengan lebih detail. Sekjen KKP Rifky Hardijanto menambahkan Mitsubishi Corporation juga melirik sektor perikanan Indonesia. Mereka ingin berinvestasi di Indonesia untuk sektor perdagangan ikan tuna dan budi daya.

Komentar