MI Anak

Dorong lalu Meluncur

Ahad, 27 August 2017 02:01 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

Dok. Pribadi

SEPEDA mini itu tampak menarik perhatian. Selain warna bodinya yang mencolok, seperti merah, kuning, dan hijau dengan ban agak tebal, sepeda ini hadir tanpa pedal kaki. Lo kok bisa?

Julukan sepeda ini ialah pushbike, yang sengaja tanpa pedal. Tentu cara mengemudikannya pun unik, yakni dengan dorongan kaki seperti orang berlari, tetapi di atas sepeda. Biasanya sepeda ini sangat ampuh digunakan untuk melatih anak mengemudikan sepeda. Namun jangan salah, peminat pushbike kini semakin banyak dan ada pula kejuaraannya lo sobat.

Salah satu yang ikut dalam kejuaraan atau balapan pushbike dari Indonesia ialah Ken Ghaizan, anak kecil kurang dari 4 tahun yang berasal dari Bali yang sering ikut kejuaraan pushbike hingga luar negeri membawa nama Indonesia. Yuk kenalan!

Sepeda untuk berlatih

Ken, begitu panggilan akrabnya, membagikan kisahnya kepada Medi, Jumat (25/8). Ken diarahkan untuk latihan pushbike oleh ayahnya, Wibowo Sulaksono, 37, yang hobi motor trail. "Umur 1,5 sudah mulai menyukai sepeda pushbike bekas kakak dan mulai menirukan ayah yang motor trail. Ayah pun mengarahkan saya untuk latihan bersama di skate park dan tempat yang luas," kata Ken.

Saat itu Ken mengaku belum ada komunitas pushbike di Bali dan peminatnya pun kurang sehingga latihan dengan sang ayah.

Pemilihan pushbike pun bukan tanpa alasan lo sobat. Pushbike sebenarnya bagus lo untuk belajar naik sepeda untuk pertama kali. "Karena usia dini tentunya belum bisa seimbang, dengan pushbike ini anak umur 2-5 tahun bisa berlatih keseimbangan dengan sangat cepat," kata Pak Wibowo.

Pak Wibowo pun mengatakan Ken bisa naik sepeda dengan pedal tanpa latihan dan tanpa terjatuh karena sudah terbiasa seimbang saat latihan dengan pushbike. Wah keren kan, sobat?

Ikut balapan

Kecil-kecil caberawit, mungkin itu yang bisa menggambarkan Ken. Meskipun baru masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) di tahun ini, Ken telah mengukir prestasi dalam kejuaraan pushbike baik nasional maupun internasional lo.

Ia pernah menjadi juara 1 Strider Cup Bali 2016, juara 1 Strider Cup Kuta Beach Festival 2016, peringkat 5 Strider Cup Asian Championship 2017 di Bangkok Thailand, dan juara 1 Malaysia Strider Cup Round 6 di Kuala Lumpur Malaysia. Ken pun sudah 2 kali menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia lo. "Saat ke Jepang ada 2 orang yang mewakili Indonesia, di Thailand dan Malaysia hanya satu, yaitu Ken," kata Ken.

Dalam kejuaraannya itu pun ada pengalaman yang berkesan bagi Ken dan ayahnya, yakni harus bertanding dalam keadaan sakit. "Ken bertanding di Jepang dalam keadaan sakit. H-1 Ken panas sampai 40 derajat dan minta tidur dengan sepeda karena ayah tidak mengizinkan untuk balapan dan takut sepedanya disembunyikan oleh ayahnya. Keesokan harinya pada saat hari H Ken masih dalam keadaan sakit tapi tetap minta balapan, dan luar biasa Ken bisa peringkat 1 di latihan balapan dan bisa masuk semifinal," kata Pak Wibowo dengan bangganya.

Persiapkan fisik

Perjuangan Ken untuk menang di lintasan pun beragam lo sobat. Selain menguatkan otot kaki, salip lawan, kadang ia terjatuh karena lintasan menanjak, bergelombang, atau tak menoleh posisi lawan.

Menurut Ken, selain fisik, sebelum bertanding dirinya harus mempersiapkan latihan start, speed, dan mengatur stepping agar tidak mudah capai. "Ayah selalu antisipasi dengan hadiah seperti permen, atau mainan kecil untuk menjaga mood-nya Ken. Selain itu, safety tetap yang utama antara lain harus siap protektor seperti helm, elbow, dan knee protector, dan gloves," kata Ken.

Target

Pemilik nomor punggung 44 atau nomor favorit sang ayah yang artinya Pegasus dan kehidupan ini kini sedang hobi melihat tayangan Youtube tentang BMX dan motocroos lo.

Ya, Ken sadar bahwa dirinya enggak akan melulu pakai pushbike yang diperuntukkan anak usia 2-7 tahun. Sang ayah akan terus memantau potensi Ken dan mengarahkannya. "Setelah pushbike, mungkin arahnya ke BMX atau pocket bike/mini moto-GP," kata Pak Wibowo.

Ken pun berharap ia bisa mengikuti bisa mengikuti kejuaraan dunia. Dukung dan doakan ya, sobat! Semoga Ken bisa mengharumkan nama Indonesia lewat balapan sepeda.

Komentar