MI Anak

Merayakan Indonesia dengan Musik Orkestra

Ahad, 3 September 2017 06:01 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/WANDARI

Waktu telah menunjukkan pukul 14.45, tepat 15 menit lagi acara akan dimulai. Para penonton pun masuk menempati tempat duduk dan sesekali melihat ke arah panggung.

Beberapa saat kemudian, para pemain pun berdatangan sambil memegang alat musiknya masing-masing, ada biola, selo atau biola besar, piano, hingga gitar.

Salah satu musisi yang tampil ke panggung itu, Kak Willy Aviantara, ialah komponis yang juga hari itu bertugas sebagai konduktor, memimpin pertunjukan dengan menggerakkan tongkat ditangannya. Tak lama, para pemain musik perlahan membunyikan alat musiknya. Bunyi biola yang digesek itu pun saling bersahutan dengan piano, gitar dan lainnya, menjadikan pertunjukan pada Sabtu (26/8) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta itu, indah dan menginspirasi.

Pemainnya bisa hingga 100 orang

Tahukah Sobat Medi, pagelaran musik apa yang mereka bawakan? Ya, sebuah orkestra, yakni kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama.

Jumlah pemain musik orkestra pun bergantung pada musik yang mereka mainkan dan besarnya tempat, bisa sampai 100 orang lo. Biasanya mereka juga membawakan musik klasik juga modern, seperti yang dibawakan komunitas musikus W-AV Entertainment yang Medi tonton kali ini.

Aksi sang konduktor

Membelakangi penonton untuk memimpin sebuah pagelaran musik, tangan Kak Willy yang memegang tongkat meliuk-liuk bahkan kadang-kadang tubuhnya ikut bergoyang, menegaskan sebuah alunan musik. Kaki dan tangannya dientakkan untuk memberi tanda musiknya harus bersuara keras, juga sebaliknya.

Begitu pun dengan para pemain, selain bertugas memainkan alat musik, mata mereka harus fokus kepada bahasa tubuh kak Willy dan partitur atau tulisan notasi musik yang ada di hadapannya.

Lagu Guruh dan Ismail Marzuki

Keriuhan penonton membuat ruangan itu kian ramai, apalagi lagu yang dibawakan lagu kebangsaan Indonesia. Ya, pertunjukan kali ini memang merayakan kemerdekaan Indonesia sekaligus syukuran delapan tahun W-AV Entertainment berkarya.

Mengangkat tajuk Gemilang Indonesia Pusaka, Kak Willy membagikan cerita di balik persiapan konsernya ini. "Awalnya saya buat social experiment dan ternyata banyak anak muda yang tidak tahu siapa itu Ismail Marzuki dan Guruh Soekarno Putra beserta lagu-lagunya. Kemudian saya tergerak untuk serius buat konser ini. Alhamdulillah banyak pihak yang mendukung," kata kak Willy.

Ya, hari itu musik yang dilantunkan memang banyak dari ciptaan kedua seniman tersebut. Kalian tahu Ismail Marzuki?

Beliau seniman musik Indonesia di era penjajahan Belanda, Jepang hingga masa revolusi. Namanya kini diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Lagu-lagu Ismail Marzuki masih akrab di telinga kita seperti Indonesia Pusaka dan Rayuan Pulau Kelapa hingga Payung Fantasi.

Guruh Soekarnoputra merupakan anak bungsu pasangan Presiden Pertama RI, Soekarno, dan Fatmawati serta adik kandung dari Megawati Soekarnoputri. Dia juga dikenal sebagai seniman dan budayawan. Lagu-lagunya pernah dinyanyikan Almarhum Chrisye berjudul Zambrud Khatulistiwa dan Cinta Indonesia yang dinyanyikan Vina Panduwinata.

"Lagu-lagu Guruh & Ismail Marzuki itu bisa dinikmati semua generasi. Ini hebatnya mereka. Banyak orang yang tahu lagu mereka tapi nggak tahu kalau ternyata mereka itu penciptanya. Makanya kita coba kemas konser ini biar kekinian," kata Kak Willy.

Konsep konser yang berdurasi lebih dari 1 jam ini memang hadir secara kreatif dengan aransemen baru, format orkestra, multimedia dan dibawakan anak-anak muda.

Penyanyi cilik

Dalam orkestra ini pun tak lengkap rasanya jika tak ada penyanyi ya Sobat Medi. Penyanyi ini dapat pula menyampaikan musik yang dimainkan loh. Tak jarang penonton pun ikut menyanyi mengiringi penyanyi aslinya di depan panggung.

Penyanyi cilik Jane Callista dan Morietnez, keduanya jebolan pencarian bakat The Voice Kids Indonesia, menjadi bintang tamu. Ia membawakan lagu dengan indah, dan lincah menari sambil memegang payung saat menyanyikan lagu Payung Fantasi ciptaan Ismail Marzuki itu. Selain itu ada pula Harris Kristanto yang mempunyai suara yang empuk dan hadir pula Duo dari Vice Versa.

Pasti seru kan sobat menyaksikan penampilan anak Indonesia yang berbakat dari bidang seni ini. Selain menikmati musik indahnya, kita bisa sambil belajar loh, baik itu cara memainkan alat musik atau sejarah lagunya.

C A R I TA H U Y U K

Inilah alat-alat musik yang digunakan dalam orkestra!

-Chordophone, alat musik yang sumber bunyinya dari tali senar atau kawat. Cara memainkannya dibagi menjadi tiga, yaitu :

> Dipetik. Contoh: gitar, ukulele, bas betot, harpa, mandolin.

> Digesek. Contoh: biola, rebab, cello.

> Ditekan. Contoh: piano, organ, akordion.

-Ideophone, alat musik yang sumber bunyinya dari alat musik itu sendiri dan cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat bantu.

Contoh: kolintang, gambang, bonang, gong, kening, timpani, drum.

- Membranophone, alat musik yang sumber bunyinya dari selaput kulit atau plastik.

Cara memainkannya dipukul menggunakan telapak tangan. Contoh: kendang, rebana, conga/bongo.

- Aerophone, yakni alat musik sumber bunyinya dari udara yang masuk melalui pipa melalui alat musik itu sendiri.

Contoh: seruling, terompet, saxophone, recorder, flute, clarinet.

(Sumber : klinikmusik.wordpress.com/*/M-1)

Komentar