MI Anak

Asyik, Pelatihan Reporter Cilik kembali Digelar

Ahad, 10 September 2017 01:31 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

DOK WANDARI

SEUSAI kertas putih diberikan, beberapa orang mulai mengatur posisi duduk. Kursi yang awalnya diduduki itu kini digunakan berbeda. Mereka menjadikannya sebagai meja, alas untuk menulis. Bahkan, beberapa orang menulisnya di lantai sambil duduk atau tengkurap.

Sambil memegang pulpen, Niko Ahmad Yunus, kelas 4 SDN Cimuning 5 Bekasi, tiba-tiba berhenti sejenak lalu menatap langit-langit ruangan. Setelah mendapatkan ide tulisan awalan, ia menorehkan tintanya di kertas, Kamis (7/9).

Niko salah satu peserta pelatihan Reporter Cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia dari Jawa Barat. Diselenggarakan di Kantor Media Indonesia, sebelumnya ada pula 50 orang yang mengikuti pelatihan serupa dari DKI Jakarta yang dilakukan di Kantor Media Indonesia, Selasa (5/9) lalu.

Ya benar sobat Medi, program Repcil kembali digelar lo! Asyik! Setelah sukses dengan repcil angkatan ke-11 di 2015 dengan mewawancarai Kabinet Kerja, termasuk Presiden Joko Widodo beserta Wakilnya Jusuf Kalla, Repcil kembali digelar di tiga provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Tujuan diadakannya Reporter Cilik ini mendidik supaya anak bisa menyalurkan bakat dan mendidik anak-anak supaya walaupun dengan kemajuan teknologi sekarang ini mengeluarkan ekspresi dia untuk menulis," kata Pak Firdaus Dayat, Direktur Utama Media Indonesia.

Proses seleksi

Sobat, untuk menjadi bagian dari pelatihan ini, sebelumnya Medi bersama tim Media Anak melakukan seleksi lo. Ada puluhan sekolah yang ikut dari tiga provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Masing-masing dari mereka mengumpulkan tulisan mengenai hidup sehat. "Tulisan dinilai melalui keaslian tulisan dan tata bahasa," kata Kak Iis, Redaktur Media Anak Media Indonesia dalam sesi pelatihan. Tahukah sobat, dari kurang lebih 2.500 tulisan yang masuk lewat e-mail dan road show sekolah. Mereka disaring menjadi 50 orang dari setiap provinsi. Yeaahh hebat, ya, sobat!

Berlatih menulis

Saat pelatihan dimulai Kak Iis menjelaskan secara runtut pekerjaan reporter atau wartawan serta teknik menulis berita loh sobat. Untuk menulis, judul dan kalimat pertama menjadi unsur terpenting, ibarat wajah sebuah judul menggambarkan tulisan. "Judul harus berisi 5 kata yang menarik. Judul dan kalimat pertama harus berisi kalimat yang menarik perhatian pembaca, tentang hal yang unik, menarik, penting atau hal yang baru," kata Kak Iis.

Ingat ya sobat, tulisan harus pula diikuti keterangan tentang lokasi, waktu, siapa, apa, mengapa, dan bagaimana.

Oh ya sobat, dalam pelatihan menjadi reporter ini pun, para peserta kedatangan dokter pula lo, namanya Kak Claudia Anggi, pakar gizi PT Kalbe Farma Tbk. Ia menjelaskan makanan bergizi seperti buah dan sayur yang memiliki vitamin yang baik buat tubuh.

Menurutnya, vitamin memiliki fungsi yang sama seperti polisi lo. Ia mengatur kesehatan di dalam tubuh kita. Tubuh kita pun punya polisi, ya. Dengan ini pun diharapkan Reporter Cilik Media Indonesia menjadi anak yang sehat, aktif, dan cerdas sehingga mampu turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada anak-anak di seluruh Indonesia akan pentingnya mengonsumsi vitamin untuk menjadikan anak Indonesia sehat dan cerdas.

Nah sobat, penjelasan dari dokter inilah yang menjadi bahan tulisan peserta Repcil untuk menulis. Mereka harus memahami dan juga ingat pesan dokter. Kurang dari 1 jam mereka harus menyelesaikan tulisan untuk dinilai dan dipilih sebagai reporter terbaik.

Pemenang

Menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan rupanya tak begitu susah bagi mereka lo sobat. Hanya berlatih satu kali, tulisan mereka berangsur lebih baik dengan detail pengungkapan yang menarik loh.

Namun Kak Iis beserta tim harus memilih 3 Repcil terbaik nih. Dari DKI jakarta ada Naima siswa SDS SMART SCHOOL menjadi juara 1, Zafitra Nuzul Pramadani dari SDN Rawajati 03 Pagi sebagai juara 2 dan M Afriza Jein dari SDN Rawajati 03 Pagi sebagai juara 3.

Sementara itu, dari Bekasi dan Bogor, ada Sahnaz Nurrizqy N siswa SDIT THI sebagai juara 1, Zaskia Keisya Chairunissa SD Padurenan VI Bekasi sebagai juara 2, dan Winny, SD Al-Azhar Syifa Budi Bogor, sebagai juara 3.

Selanjutnya, pelatihan Repcil dengan tajuk Dari daerah untuk Indonesia ini akan berkesempatan untuk mewawancarai Gubernur dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang akan membahas seputar kontribusi, pengalaman, serta prestasi apa saja yang sudah dicapai ketiga gubernur tersebut. Nantikan kisah Repcil selanjutnya, ya, sobat!

Naima

SDS SMART SCHOOL

Aku memang berminat menjadi wartawan. Menurutku wartawan itu bisa mengetahui kejadian apa pun, apalagi dapat meliput langsung dari tempatnya.

=========================

Zafitra Nuzul Pramadani

SDN Rawajati 03 Pagi

Aku senang ada kegiatan ini. Aku bisa belajar menulis, apalagi aku senang sekali menulis seperti novel dan cerita pendek. Aku mau melanjutkan tulisanku yang pernah terhenti.

=======================

M Afriza Jein

SDN Rawajati 03 Pagi

Kegiatan pelatihan jadi wartawan ini seru. Kami bisa mengetahui kerja mereka seperti apa, ternyata lumayan sulit ya.

======================

Sahnaz Nurrizqy N-

SDIT Tunas Harapan Ilahi

Jurnalis atau wartawan itu memang berjasa bagi pengetahuan terbaru masyarakat. Pekerjaan mereka seperti mudah, tapi sebenarnya mereka pun butuh keberanian. Insya Allah saya sudah punya itu untuk terus belajar jadi wartawan.

===================

Zaskia Keisya Chairunissa

SD Padurenan VI Bekasi

Sebenarnya aku senang menulis cerpen dan buat puisi. Melaporkan kejadian menjadi sebuah berita tentunya berbeda tapi aku yakin bisa, yang penting aku harus berusaha semaksimal mungkin.

====================

Winny

SD Al-Azhar Syifa Budi Bogor

Aku memang suka menulis, aku sudah punya satu buku dan berharap aku bisa jadi wartawan juga. Karena wartawan harus punya keberanian dan percaya diri.

Komentar