MI Anak

Timun Mas dari Kampung Melayu

Ahad, 10 September 2017 02:01 WIB Penulis: Hilda Julaika/M-1

DOK HILDA JULAIKA

Apa yang sobat pikirkan tentang perpustakaan? Ya, benar, perpustakaan adalah tempat yang pas untuk membaca buku.

Namun, ada yang berbeda dari Perpustakaan Bulir Padi yang berada di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, ini lo. Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) yang merupakan penerima beasiswa dari Yayasan Bulir Padi ini tengah sibuk berlatih untuk pergelaran teater dengan cerita Timun Mas.

Menurut Kak Hani Karno Mu'minah sebagai Manajer Program di Bulir Padi, teater yang mengangkat cerita Timun Mas merupakan salah satu metode belajar bagi teman-teman di Bulir Padi. Jadi, sebelumnya teman-teman penerima beasiswa Bulir Padi ini sudah mendapat kisah Timun Mas melalui dongeng.

Dalam kisah Timun Mas ini banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang bisa kita peroleh. Nah, mereka kemudian dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan teater.

"Iya, jadi mereka sebelumnya sudah mengikuti kegiatan story-telling karena kan memang Bulir Padi lagi ada gerakan cinta buku. Anak-anak main teater untuk melihat pemahaman mereka dalam menyerap cerita tersebut," ujar Kak Hani.

Beasiswa sesuai nilai

Dari cerita di atas teman-teman makin penasaran dong apa itu Yayasan Bulir Padi? Nah, Yayasan Bulir Padi ini merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan membantu teman-teman kita yang kurang mampu untuk mendapatkan hak pendidikan.

Yayasan ini memberikan beasiswa sekolah dengan menggunakan ukuran nilai IPK. Misalnya, kalau nilai rata-rata rapor siswa di sekolah lebih kecil atau sama dengan 5,9, beasiswa yang diperoleh sebesar 50% dari seluruh biasa sekolah, berbeda kalau nilai rata-rata yang diperoleh 6-7, beasiswa yang kita dapatkan sebesar 75%.

"Nah, jadi tingkatan beasiswa yang diberikan pun berbeda. Tidak sama rata. Hal ini bertujuan supaya anak-anak termotivasi untuk terus belajar. Karena semakin baik nilai rapor, semakin tinggi beasiswa yang diperoleh," terang Kak Irma Isnaedi, Direktur Marketing Komunikasi Yayasan Bulir Padi.

Pintar dan bermanfaat

Kak Irma juga menjelaskan nama Bulir Padi ini memiliki makna filosofis di dalamnya. Layaknya tanaman padi yang semakin berisi semakin merunduk, begitu pun teman-teman penerima beasiswa Bulir Padi ini. Mereka diharapkan semakin tumbuh dan berkembang dengan wawasan yang semakin tinggi sehingga semakin rendah hati dan mampu memberikan manfaat untuk sesama.

Di Bulir Padi, teman-teman diarahkan untuk menjadi pribadi yang percaya diri dan kuat membangun komunitas dan masyarakat sekitarnya.

Saat ini Bulir padi sudah memberikan lebih dari 380 beasiswa dan pendampingan bagi-anak-anak sejak 2002. Keren ya? Beasiswa diberikan hingga mereka lulus SMA/SMK. Ada pula kegiatan magang untuk mereka! (Hilda Julaika, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran/M-1)

Suara Anak

Nadia Diva Maharani, Kelas 3 SD

"Belajar di sini senang dan menggembirakan. Terus makin semangat belajar di sekolah juga. Aku pengin banget jadi arsitek. Jadi mau belajar yang rajin,"

Ghifari, Bimbel Level 4

Belajar di sini menyenangkan dan gembira. Kemarin sempat belajar tentang Timun Mas. Aku jadi belajar jadi orang yang baik dan nggak boleh jahat. Aku pengin jadi koki juga supaya bisa buat masakan yang enak buat Ibuku."

Raisa Azzahra, Kelas 1 SD

Aku pengin jadi dokter, karena ingin bisa merawat orang sakit. Aku pengin bisa belajar banyak hal di Bulir Padi.

Komentar