Laporan Dari SJS 2017

Agama-Agama Bersatu Menolak Terorisme

Senin, 11 September 2017 16:15 WIB Penulis: Usman Kansong

Ist

SERIBUAN orang berkumpul di Washington Hebrew Congregation, sinagog dan pusat agama Yahudi di Washington, Amerika Serikat, Minggu (10/9). Ada yang berjanggut, bersurban, berjilbab, ber-kippa (topi kecil yang biasa dipakai kaum pria Yahudi), berjubah, atau berpakaian biasa. Ada yang berwajah bule dan berambut pirang, berwajah Asia, berparas India, bermata sipit, atau berkulit hitam. Ada anak-anak, remaja, orang dewasa sampai orang tua. Mereka yang berasal dari berbagai latar belakang agama, ras, etnis, dan warna kulit itu bersiap-siap melakukan unity walk alias jalan kaki persatuan.

Saya dan sejumlah wartawan dari berbagai negara peserta 2017 Senior Journalists Seminar (2017 SJS) yang diorganisasi East-West Center bergabung dengan mereka. Tujuan unity walk yang diorganisasi Interfaith Conference of Metropolitan Washington itu ialah mengenang peristiwa serangan teroris 11 September 2001.

Sekitar pukul 09.30 pada tanggal tersebut 16 tahun lalu, teroris menabrakkan pesawat yang mereka bajak ke gedung kembar World Trade Center di New York, AS. Teroris juga menabrakkan pesawat ke Pentagon yang merupakan markas Kementerian Pertahanan AS. Saya dan peserta 2017 SJS mengunjungi Pentagon, Kamis, (7/9).

Serangan ke Pentagon yang terjadi persis pukul 09.37 menewaskan 184 orang. Korban tewas termuda Dana Falkenberg berusia tiga tahun. Korban tewas tertua seorang veteran angkatan laut John D Yamnicky yang berusia 77 tahun. Dana dan John ialah penumpang pesawat yang dibajak teroris dan kemudian ditabrakkan ke Pentagon.

Sebanyak 59 korban tewas, termasuk Dana dan John, ialah penumpang pesawat dan 125 korban berada di gedung Pentagon ketika serangan berlangsung. Pemerintah AS menganugerahkan permakaman mereka dibedakan atau dikelompokkan antara penumpang pesawat dan pegawai Pentagon.

Ke-184 korban dimakamkan di bagian barat daya gedung Pentagon. Di setiap unit makam dibuatkan semacam kolam berisi air yang dinaungi semacam bangku terbuat dari stainless steel. Bila malam tiba, kolam memantulkan cahaya ke bangku naungan tersebut. Permakaman itu ditanami 85 pohon yang kelak akan menaungi seluruh makam.

Desain permakaman dibikin arsitek Julia Beckman dan Keith Kaseman. Rancangan mereka terpilih dari 1.100 proposal yang dinilai sebuah panel terdiri dari arsitek, keluarga korban, selebritas, termasuk dua mantan Menteri Pertahanan.

Pemerintah AS juga membuat kapel di gedung Pentagon untuk mengenang para korban. Kapel membantu memenuhi kebutuhan spiritual semua agama, termasuk Yahudi, Islam, dan Kristen. Buka selama 24 jam, orang-orang dari berbagai agama telah berkunjung ke kapel ini untuk berdoa.

Sebelum peserta Unity Walk memulai kegiatan jalan kaki, Rabbi Bruce Lustig, Bishop Mario Dorsonville, dan anggota dewan Elissa Silverman, bergantian memberi sambutan. Intinya mereka hendak mengatakan kegiatan unity walk menjadi simbol penolakan agama-agama atas terorisme sekaligus simbol bahwa terorisme sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan agama.

Pembaca doa seusai sambutan dipimpin Moberdyar Hormuzd Katki dari komunitas penganut Zoroaster, agama asli Iran. Seremonial sambutan diakhiri dengan paduan suara anak-anak dari ADAMS (All Dulles Area Muslim Society), sebuah komunitas muslim Washington.

Para peserta kemudian mulai berjalan kaki. Supaya kegiatan ini tidak memicu kemacetan lalu lintas, mereka berjalan kaki di trotoar, tidak di jalan raya, sebagaimana layaknya unjuk rasa. Namun, polisi tetap berjaga-jaga di sepanjang jalur kegiatan.

Dalam perjalanan, para peserta singgah di sejumlah gereja Kristen dan Katolik, gurudwara (tempat ibadah pengikut Sikh), serta tempat ibadah agama lain. Dengan singgah ke tempat ibadah agama-agama lain diharapkan para peserta mengenal ajaran agama-agama lain tersebut.

Itulah sebabnya hashtag kegiatan unity walk ini ialah know your neighbor atau kenalilah tetanggamu. Agama-agama memang mengajarkan penganut mereka untuk memuliakan tetangga. Unity Walk #knowyourneighbor berakhir di Islamic Center Washington. (X-12)

Komentar