Olahraga

Demi Efisiensi, Inasgoc bakal Dirampingkan

Rabu, 13 September 2017 01:45 WIB Penulis: Nurul Fadillah fadillah@mediaindonesia.com

Ilustrasi

KOMISI X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mempertanyakan pembengkakan jumlah kepanitiaan dalam tubuh Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc). Dari yang semula hanya berjumlah 230 orang, kini menggelembung menjadi hampir 500 orang yang kredibilitasnya pun masih dipertanyakan. Pertanyaan tersebut dilontarkan Komisi X DPR RI dalam rapat kerja dengan Kementerian Pemuda Olahraga, Inasgoc, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Panitia Penyelenggara Asian Paragames 2018 (Inapgoc), dan juga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di ruang rapat Komisi X Selasa (12/9).

“Soal pembengkakan dari 230 bisa sampai 500 itu Pak Erick Thohir (Ketua Inasgoc) bilang sementara. Bagaimana sampai akhirnya dapat angka itu karena saat disisir oleh kami enggak tepat orang-orang yang bekerja di sana,” kata salah satu anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional, Yayuk Basuki. Erick pun mengakui, adanya pembengkakan dalam tubuh kepanitiaan yang ia pimpin. Menurutnya, para anggota panitia Inasgoc direkrut oleh direktur dari setiap deputi sebagai pemilik kewenangan. Karena itu ia berjanji akan segera mengadakan perampingan dalam tubuh panitia Inasgoc.

“Tadinya dalam surat keputusan lama kita enggak bisa mengganti-ganti panitia sampai akhir, tetapi sekarang sudah ada SK baru dan sistem baru di mana saya diberi otoritas untuk mengganti panitia setiap tiga bulan. Untuk level deputi dan wakil memang Dewan Pengarahlah yang bisa memecat, tetapi untuk bawahan mereka saya ada kewenangan untuk merampingkan sehingga saya akan mencoret sebanyak 79 orang yang tidak aktif dan hanya memajang nama,” tegas Erick.

Persoalan lain yang dibahas dalam raker tersebut adalah adanya defisit anggaran Inasgoc untuk tahun depan. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewabroto mengatakan, untuk persiapan penyelenggara Asian Games tahun depan terdapat kekurangan anggaran sebesar RP1,17 triliun dari kebutuhan anggaran sebesar Rp3 triliun.

Target sementara
Di sisi lain, dalam rapat kerja bersama DPR, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas memaparkan target sementara yang bisa dicapai di Asian Games 2018. Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto mengklaim, berdasarkan hasil SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan beberapa turnamen internasional dan pemantauan latihan ada 15 cabang olahraga yang berpotensi besar menyumbangkan 20 emas.

Cabang-cabang yang tersebut adalah panahan, atletik, bulu tangkis, bowling, bridge, kano, sepeda (downhill), jetski, karate, paralayang, pencak silat, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan wushu. “Dari 15 cabang tersebut, pencak silat, bulu tangkis, bridge, balap sepeda, dan jetski berpotensi meraih masing-masing dua emas. Tapi, itu hanya sementara karena ke depan akan terus kami pantau atlet-atlet yang berpotensi medali dari sisi perkembangan latihan selama satu tahun terakhir pasca-SEA Games, test event, dan uji coba internasional, jadi angka 20 emas itu masih dinamis,” pungkas Soetjipto. (R-3)

Komentar