Polkam dan HAM

Polisi Telusuri Motif Politik di Balik Saracen

Rabu, 13 September 2017 18:55 WIB Penulis: Indriyani Astuti

MI/Ramdani

PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menelusuri motif politis di balik kasus penyebaran kebencian yang diduga dilakukan kelompok Saracen.

Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen M Fadil Imran saat ditemui Selasa (12/9) mengatakan tersangka Asma Dewi, yang diduga menjadi pengguna jasa Saracen untuk menebar kebencian terhadap kelompok tertentu, merupakan simpatisan sebuah partai politik.

“Dia dijanjikan jadi caleg di daerah pemilihan Gorontalo,” kata dia.

Fadil juga mengungkapkan, pihaknya masih menelusuri aliran dana Rp75 juta dari Asma Dewi. “Uangnya langsung ditransfer lagi ke beberapa rekening anggota Saracen. Kami masih menelusuri kepentingan politik apa di balik aliran dana itu,” katanya.

Dalam dunia maya, beredar pula Asma Dewi berfoto bareng dengan pimpinan parpol di Indonesia.
Djuju Purwanto, pengacara, Asma Dewi, menampik kliennya adalah salah satu kader dari partai politik.

“Bukan anggota partai. Beliau ibu rumah tangga biasa yang aktif kegiatan pengajian dan sosial keagamaan,” ujar Djuju ketika ditemui di studio Metro TV, Kedoya, Jakarta.

Meski mengaku bukan bagian dari satu partai politik, Djuju menyatakan kliennya sempat menjadi salah satu simpatisan dari salah satu pasangan saat pemilihan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiago Uno.

“Bahwa kalau ada saat dimana pada waktu pemilihan kepala daerah mendukung salah satu calon gubernur, siapapun bisa melakukan itu dan sah-sah saja,” imbuh dia.

Saat ditanya isu mengenai kliennya akan maju sebagai calon legislatif dari Gorontalo, Djuju mengaku tidak pernah mendengar hal itu.

“Belum pernah dengar dan tidak pernah mendapatkan informasi itu. Tidak pernah bicara soal parpol,” pungkasnya. (OL-1)

Komentar