Internasional

Jutaan Warga Hidup tanpa Fasilitas Listrik

Rabu, 13 September 2017 09:05 WIB Penulis:

AP/THE WASHINGTON POST/MATT MCCLAIN

JUTAAN warga Florida bertahan hidup tanpa listrik setelah badai Irma menghantam wilayah daratan barat daya Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/9). Bencana itu mengakibatkan sungai-sungai meluap.

Saat benca­na itu menimpa, warga Florida banyak yang selamat karena sebelumnya otoritas setempat sudah menerbitkan peringatan berdasarkan hasil ramalan cuaca.

Namun, hal sebaliknya terjadi di Kuba. Di negara itu, jumlah korban tewas akibat badai Irma bertambah menjadi 40 setelah pemerintah Kuba menemukan 10 warga lainnya tewas akibat badai tersebut akhir pekan lalu.

Kekuatan badai Irma mencapai kategori 4 saat menghantam bagian selatan Florida Keys pada Senin (11/9). Kekuatan angin topan itu mampu menghancurkan kapal-kapal, menumbangkan pohon-pohon kurma, serta memutus aliran listrik setelah sebelumnya merobohkan kabel dan tiang-tiang listrik di Pulau Karibia.

Badai Irma mulai melemah saat menghantam Peninsula. Pada Senin, badai tersebut berubah menjadi badai tropis. Di Karibia, warga mencoba bertahan setelah mendapatkan bantuan dari Inggris, Prancis, Belanda, dan AS.

Di Florida, warga yang selamat melakukan survei atas kerusakan yang diakibatkan badai Irma. Menurut survei, kerusakan yang terjadi tidak separah yang diperkirakan.

“Jika badai itu mencapai ke kategori 4, kejadiannya akan sangat jauh berbeda,” kata Bob Luts, pebisnis berusia 62 tahun.

Akan tetapi, akibat amukan badai Irma, lebih dari 6.5 juta warga Florida bertahan hidup tanpa listrik. Menurut Rick Scoot, Keys menjadi pulau yang mengalami kerusakan terpa­rah. “Sangat mengerikan apa yang kita lihat,” tutur Scott setelah meninjau rangkaian pulau melalui helikopter.

Dia melanjutkan, air bersih, listrik, dan sistem limbah di Keys praktis tidak bekerja. Taman-taman juga rusak parah. “Saat ini kita akan memasuki fase yang lebih panjang, yaitu fase pemulihan,” terang Wali Kota Miami, Carlos Gimenez.

“Proses pemulihan akan memerlukan waktu yang agak panjang, terutama untuk memperbaiki aliran listrik,” ungkap Gimenez. Hingga kini, hampir seluruh warga Keys telah dievakuasi dari kawasan di dataran rendah yang menjadi destinasi para turis.

Menurut laporan The National Hurricane Center (NHC), badai Irma melemah menjadi badai tropis Selasa pukul 03.00 GMT. Kecepatan badai itu menurun hingga 35 mil (56 kilometer) per jam.

“Menurut ramalan, badai Irma akan semakin melemah dan angin topan itu diperkirakan lenyap sebelum Rabu sore,” tulis NHC.

Bagi warga di lokasi bencana, curah hujan yang deras kini menjadi masalah utama. Hal itu terlihat di bagian timur laut Florida, yakni Jacksonville. Di sana bermukim sekitar 880 ribu penduduk. Warga mengajukan permintaan bantuan untuk evakuasi. Pasalnya, wilayah daratan telah tergenang air akibat banjir dari luapan Sungai ST Johns. (AFP/*/I-4)

Komentar