Internasional

28 Warga Sipil Tewas akibat Gempuran Rusia dan AS

Rabu, 13 September 2017 10:20 WIB Penulis:

AFP/GEORGE OURFALIAN

SERANGAN udara oleh koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Rusia mengakibatkan terbunuhnya 28 warga sipil di Provinsi Deir Ezzor, Suriah. Koalisi itu tengah gencar menggempur wilayah yang merupakan pangkalan terakhir kelompok Islamic State (IS) di Provinsi Deir Ezzor.

Provinsi yang berada di perbatasan Suriah dan Irak itu dipandang sebagai wilayah strategis oleh pasukan Suriah yang didukung Rusia dan aliansi pasukan Arab dan Kurdi yang didukung oleh AS.

Menurut kelompok Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berkantor di Inggris, serangan mematikan itu dilancarkan koalisi di Desa Al-Shahabat.

“Serangan udara koalisi telah mengakibatkan terbunuhnya 12 orang dari satu keluarga, lima di antaranya anak-anak, di sebuah desa di sisi timur di Sungai Efrat,” kata kepala kelompok tersebut, Rami Abdel Rahman.

Ia juga mengatakan pertempuran sengit antara kelompok IS dan Pasukan Demokrat Suriah terjadi di sekitar Desa Al-Shahabat yang dikuasai IS, yang terletak sekitar 7 kilometer dari Sungai Efrat.

Di sisi barat sungai itu, pasukan pemerintah Suriah bertempur dalam serangan terpisah yang dibantu Rusia.

Abdel Rahman mengatakan serangan udara Rusia, kemarin, mengenai kumpulan tenda di sisi barat Sungai Efrat, dan menewaskan 16 warga sipil termasuk lima anak.

Ia mengatakan warga sipil mendirikan tenda di pinggiran Desa Zaghir Shamiyah setelah mengungsi dari rumah mereka karena takut dengan pertempuran.

Serangan-serangan itu dilancarkan setelah sebelumnya terjadi serangan selama tiga hari berturut-turut yang diduga dilakukan Rusia di Provinsi Deir Ezzor. SOHR mengatakan serangan tersebut menewaskan puluhan warga sipil.

Secara terpisah, militer Rusia mengatakan pasukan Suriah telah membebaskan sekitar 85% wilayah negeri itu dari kelompok IS. Rusia telah memberikan bantuan dukungan serangan udara kepada pasukan Presiden Bashar Al-Assad sejak 2015.

Komandan Pangkalan Udara Hemeimeem di Provinsi Latakia, Suriah, Letjen Alexander Lapin mengatakan saat ini masih ada sekitar 27 ribu kilometer persegi yang masih dikuasai kelompok IS. (AFP/AP/*/I-1)

Komentar