Polkam dan HAM

Jokowi Meminta Ulama Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Rabu, 13 September 2017 18:55 WIB Penulis: Yogi Bayu Aji

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan ulama Jawa Tengah bila 2018 dan 2019 mendatang akan menjadi tahun politik. DIa pun meminta para ulama untuk menjaga kerukunan masyarakat.

"Karena (2018) di Jateng ada pemilihan gubernur. Kemudian pada September tahun depan itu sudah penetapan, saya juga baru sadar sudah penetapan capres dan cawapres," kata Jokowi dalam pertemuan dengan ulama Jateng di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Menurut dia, situasi kondusif di daerah terus dipertahankan. Dia tak ingin momentum tahun politik digunakan pihak tertentu untuk mengadu domba warga. Jokowi ingin kesakralan perhelatan politik lima tahun sekali ini tetap dijaga.

"Jangan sampai karena perhelatan politik antartentangga nantinya tidak rukun apalagi antarumat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali," jelas dia.

Kepala Negara berharap persoalan ini menjadi perhatian pimpinan pondok pesantren, ulama, kiai, hingga pimpinan organisasi masyarakat. Dia ingin rasa persaudaraan terus ditumbuhkan.

"Agar persaudaraan itu, ukhuwah islamiah kita ukhuwah watoniah kita betul-betul kita jaga bersama," jelas dia. (MTVN/OL-6)

Komentar