Olahraga

Akibat Kekurangan Dana, Inasgoc Renegosiasi Dana Sponsor

Rabu, 13 September 2017 19:17 WIB Penulis: Budi Ernanto

Ilustrasi

UNTUK bisa menutupi kekurangan anggaran, Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) harus banyak melakukan terobosan. Salah satunya adalah dengan mendapatkan dana dari luar APBN atau dengan menggaet sponsor.

Demikian disampaikan Deputi Keuangan Inasgoc Gatot S Dewa Broto, Rabu (13/9), saat menjelaskan mengenai jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan pihaknya.

“Tapi, dana sponsor itu harus dibagi dua dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Aturannya memang begitu. Nah, Pak Erick Thohir selaku Ketua Inasgoc sedang mencoba untuk negosiasi dengan OCA agar persentasenya tidak 50:50,” kata Gatot.

Saat ini, Gatot mengatakan Inasgoc sudah mengusulkan permohonan dana kepada Kemenpora sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut sudah diajukan oleh Kemenpora kepada Komisi X DPR selaku mitra dan masih dibahas. Namun, meski ada dana Rp300 miliar, Inasgoc tetap kekurangan dana kurang lebih Rp1,1 triliun. “Kekurangan itulah sebisa mungkin ditutup oleh dana sponsor,” papar Gatot lagi.

Inasgoc sebelumnya disediakan Rp4,5 triliun untuk menyelenggarakan Asian Games 2018. Ada dana yang sudah dikucurkan dan dipakai untuk membayar biaya penyiaran, kegiatan promosi, dan deposit yang totalnya mencapai sekitar Rp600 miliar. Sisanya diberikan secara bertahap tahun ini dan tahun depan.

“Dalam perkembangannya, kami butuh lebih dari Rp4,5 miliar dan kekurangannya termasuk Rp1,1 triliun tadi,” tutur Gatot.

Selain Asian Games 2018 yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Namun, rencananya yang menjadi tuan rumah hanya Jakarta saja. Soal dana, Gatot menerangkan bahwa untuk mengakali kebutuhan dana, diharapkan ada sinergitas dari masing-masing panitia.

Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 adalah Inapgoc dan diketuai Raja Sapta Oktohari. “Sinergitas nantinya dalam hal penggunaan venue, alat-alat broadcast dan teknologi informasi, serta promosi. Itu pembicaraan yang harus dilakukan oleh Pak Okto dan Pak Erick,” ungkap Gatot.

Terkait venue, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK
MG Gatot Tetuko optimistis bahwa renovasi dan pembangunan seluruh venue Asian Games 2018 di kawasan Senayan, Jakarta akan selesai pada Desember tahun ini. Dia mengatakan perkembangan dari proyek tersebut sudah 80% dan untuk setiap venue tinggal finalisasi yang hanya perlu dilakukan.

“Untuk konstruksi sudah aman. Sisanya hanya pemasangan sarana pendukung terkait listrik, pernak-pernik, jalur pejalan kaki. Di luar venue, hanya soal pagar, area parkir kendaraan bermotor, dan pintu gerbang kawasan,” pungkas Gatot.

Sekjen PASI Tigor Tanjung mengatakan pelatnas Asian Games 2018 akan segera dipindahkan ke stadion madya setelah renovasinya selesai. Selama renovasi belum rampung, pelatnas atlet PASI dilakukan di GOR Rawamangun (Jakarta Timur), Stadion Pakan Sari dan Pengalengan (Jawa Barat).

Sementara ini para atlet PASI belum memulai menjalani program pelatnas dan diperbolehkan melakukan aktivitas olahraga selain atletik, seperti bersepeda dan berenang. Rencananya pada Oktober nanti latihan akan kembali dimulai.

“Kami menargetkan supaya bisa tampil di kejuaraan dunia tingkat junior di Jepang, Juli tahun depan. Sebelum itu, latihan biasa lalu ditingkatkan intensitasnya dengan program prakompetisi dan kompetisi,” tandas Tigor. (OL-4)

Komentar