Ekonomi

Aprindo Meminta Keringanan Tarif Listrik Bagi Ritel

Rabu, 13 September 2017 20:17 WIB Penulis: Fetry Wuryasti

ANTARA

SEBAGAI upaya melakukan efisiensi di tengah lesunya kinerja pertumbuhan ritel, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta keringanan beban tarif listrik di ritel terutama pada waktu tarif listrik tertinggi (peak hour). Sebab, selama ini, energi listrik memakam beban 30%-35% dari total beban sebuah ritel.

Ketua Aprindo, Roy N Mandey mengatakan pihaknya pernah menyampaikan memohon subsidi kepada pemerintah, sekiranya ada subsidi biaya listrik untuk pabrik dan manufaktur yang berproduksi dari pukul 23.00 - pukul 06.00, juga bisa diterapkan pada ritel pada saat jam tertentu seperti peak hour.

“Sekarang sudah ada peraturannya beberapa manufaktur yang produksi tengah malam di jam paling low mendapat subsidi 30% biaya listriknya. Apakah mungkin juga di ritel pada jam tertinggi harga listrik, terutama apalagi ritel di mall yang pengeluarannya disertai biaya lain-lain,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurut Roy permintaan pengurangan harga listrik itu agar bisa membantu industri memberikan diskon ke konsumen, juga subsidi ke produk agar masyarakat bisa berbelanja. Tujuannya, kata dia, kembali ke konsumsi masyarakat agar meningkat. Aprindo mengaku tidak mematok harga diskon, mereka hanya membutuhkan pengurangan harga yang sesuai.

“Adanya pengurangan/diskon paling tidak bisa membantu. Mari berbicara antara Aprindo dengan PLN atau EDSM. Seperti industri manufaktur yang sudah mendapat subsidi listrik,” tambahnya.

Upaya lainnya mereka juga lakukan untuk efisiensi beban, seperti mengganti semua lampu dengan hemat energi, penyesuaian suhu pendingin ruangan, varian produk yang lebih selektif, dan mulai menilai produk.

“Kemudian pengaturan pembukaan toko juga kami seleksi lokasi. Tidak lagi membangun di semua lokasi. Kini kami melihat peluang di Indonesia timur lebih tinggi daripada di Indonesia barat,” tukas Roy. (OL-6)

Komentar