Nusantara

Gerakan Siswa Nasional Indonesia Bangkit Kembali

Rabu, 13 September 2017 21:10 WIB Penulis: Haryanto

Ist

GERAKAN Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jawa Tengah akan menggelar pertemuan alumni di Wisma Perdamaian Semarang, Minggu (17/9).

Selain sebagai ajang silaturahim, kegiatan ini juga bertujuan membangkitkan kembali GSNI di sekolah-sekolah. "Selama Orde Baru, organisasi kesiswaan berbasis nasionalisme dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika tersebut mengalami kevakuman," kata sekretaris temu alumni Agus Dhewa di Semarang, Rabu (13/9).

Menurut Agus, temu alumni akan diikuti sekitar 400 peserta terdiri dari alumni GSNI dan kader-kader GSNI yang tersebar di berbagai daerah. Tercatat Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta sejumlah wali kota/bupati menyatakan siap hadir pada acara tersebut.

Sedangkan alumni dari daerah di luar Jawa Tengah yang ingin meramaikan acara ini antar lain Jogjakarta, Surabaya, Bojonegoro, Nganjuk, Bandung, Tuban, Bandung, Balikpapan, Bontang dan Tangerang. “Temu alumni ini sekaligus untuk menyongsong kegiatan sejenis tingkat nasional di Jogjakarta, pada 28 Oktober 2017,” tegasnya.

Dikemukakan bahwa para alumni nantinya akan mendeklarasikan berdirinya Persatuan Alumni GSNI Jawa Tengah. “Selanjutnya, pengurus maupun anggota persatuan alumni, ditugasi mendirikan GSNI di wilayahnya masing-masing,” paparnya.

Saat ini, sambung Agus, di Jawa Tengah baru ada tiga DPC (dewan pimpinan cabang) GSNI, yakni Pemalang, Temanggung dan Boyolali. Diharapkan satu tahun ke depan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah memiliki DPC GSNI.

Mantan Ketua DPD GSNI Jawa Tengah Soetjipto menambahkan, pada era 1960 sampai 1970, GSNI adalah organisasi pelajar yang berperan aktif dalam gerakan kesiswaan, ikut andil mengisi kemerdekaan. Di atas tahun tersebut, ruang geraknya sangat terbatas karena kebijakan pemerintah saat itu.

“Sekarang, saatnya GSNI bangkit kembali. Bersama komponen bangsa lain, organisasi ini harus berperan aktif menjaga Pancasila, NKRI, UUD 45 dan spirit Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.

Soetjipto optimis, para kepala sekolah di tingkat SMA sederajat yang ada di Jawa Tengah akan mendorong anak didiknya untuk bergabung di GSNI. “Sebagai organisasi kesiswaan di luar sekolah, kegiatan GSNI lebih berorientasi pada kematangan mengimplementasi nilai-nilai kebangsaan atau nasionalisme,” imbuhnya.

Sementara, bagi para alumni GSNI yang ingin hadir dalam kegiatan tersebut namun belum mendapat undangan bisa menghubungi panitia Agus Dhewa (082243631768) dan Totok Yulianto (081553444797). (OL-4)

Komentar