Humaniora

BNPB: Penanganan Kekeringan Jangka Pendek dengan Pengiriman Air

Rabu, 13 September 2017 21:15 WIB Penulis: Antara

ANTARA

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan penanganan bencana kekeringan akibat kemarau untuk jangka pendek bisa dilakukan dengan pengiriman air ke daerah terdampak.

"Upaya jangka pendek saat ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau hingga memasuki musim hujan nanti," kata Sutopo di Jakarta, Rabu (13/9).

Dia mengatakan upaya dropping air bersih itu dilakukan pemeritah pusat dan daerah. Setiap tahun, BPBD dibantu relawan, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Palang Merah Indonesia (PMI), lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya mengirim air bersih melalui tangki air.

BNPB, kata dia, juga memberikan bantuan dana siap pakai bagi BPBD. Selain itu, didorong juga agar ada pembangunan bak penampungan air, embung, peningkatan pipanisasi, dan sumur bor juga dilakukan.

Sementara itu, lanjut Sutopo dia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemda, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah banyak membangun sumur bor, embung, dan bak penampungan air. Bantuan BNPB untuk pembangunan sumur bor, embung, dan bak penampungan air ternyata telah mampu mengurangi dampak kekeringan di berbagai daerah.

"Pembangunan konservasi tanah dan air melalui pemanenan hujan dengan sumur resapan, biopori, rorak, dan lainnya telah banyak dilakukan," kata dia.

Namun tidak kalah penting, kata dia, ialah upaya jangka panjang yang perlu juga dilakukan untuk mengatasi kemarau. Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, penghijauan, pengelolaan daerah alira sungai terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air.

Pemerintah, kata dia, saat ini terus menyelesaikan pembangunan bendungan dengan target pembangunan 65 bendungan selama 2015-2019. Di antara target itu, sejumlah bendungan sudah dirampungkan hingga akhir 2016.

Dia mengatakan tujuh bendungan tersebut di antaranya Bendungan Rajui dan Paya Seunara di Aceh, Bendungan Jatigede di Jawa Barat, Bendungan Bajulmati dan Bendungan Nipah di di Jawa Timur, Bendungan Titab di Bali dan Bendungan Teritib di Kalimantan Timur.

Sementara itu, lanjut dia, pada 2017 ditargetkan tambahan tiga bendungan selesai yaitu Bendungan Raknamo, Bendungan Tanju, dan Bendungan Marangkayu. Hingga akhir 2019, kata Sutopo, pemerintah menargetkan pembangunan 29 bendungan selesai sehingga menambah tampungan air total sebanyak dua miliar meter kubik di berbagai daerah.

"Konsistensi dan keberlanjutan upaya penanganan kekeringan melalui berbagai program dan kegiatan tersebut perlu didukung bersama. Perlu solusi permanen untuk mengatasi hal ini dengan gerakan bersama. Jika tidak kekeringan akan terus berulang setiap tahun," kata dia. (OL-2)

Komentar