Ekonomi

PLN Dapat Geothermal Fund

Kamis, 14 September 2017 01:32 WIB Penulis: Jessica Sihite

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan bantuan pembiayaan yang berasal dari geothermal fund untuk menggarap tahap eksplorasi enam wilayah kerja panas bumi (WKP) sesuai dengan penugasan pemerintah. Kepastian pemanfaatan geothermal fund itu diwujudkan dalam kerja sama pendanaan antara PLN dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta, Rabu (13/9).

"Pembiayaannya dari alokasi geothermal fund yang ada di SMI untuk tahap eksplorasi," papar Direktur Pengadaan Strategis I PLN Nicke Widyawati seusai acara penandatanganan di Jakarta, Rabu (13/9). Nicke menyebutkan nilai proyek seluruh WKP itu mencapai US$640 juta. Namun, besaran geothermal fund untuk ekplorasi yang akan digelontorkan belum didiskusikan lebih terperinci oleh SMI dan PLN.

"Pokoknya kami mau mengoptimalkan geothermal fund yang dimiliki SMI," ujarnya. Adapun total kapasitas listrik dari enam WKP yang akan digarap PLN mencapai 160 megawatt (Mw). Keenam WKP tersebut berlokasi kebanyakan di Nusa Tenggara Timur, yakni tiga lokasi. Selain itu, WKP yang ditugaskan ke PLN ada di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Dalam proyek itu, PLN tidak hanya membeli listrik, tetapi juga akan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Menurutnya, proses demikian bisa mempercepat pembangunan pembangkit listrik EBT. Pasalnya, selama ini pengembangan pembangkit EBT terkendala lambannya negosiasi tarif listrik antara investor pembangkit dan PLN selaku pembeli listriknya

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saifulhak menyebut pemerintah telah mengalokasikan geothermal fund sebesar Rp3 triliun. Dana itu dikelola SMI dan belum termasuk pembiayaan dari Bank Dunia sebesar US$55,25 juta. Ia mengatakan pemerintah sengaja mengalokasikan geothermal fund untuk mendorong pemanfaatan panas bumi yang kini masih minim di Indonesia.

"Dana itu memang diprioritaskan untuk eksplorasi panas bumi dulu karena memang proses itu sangat memakan biaya dan sulit mendapatkan pembiayaan. Kalau sudah dapat sumurnya, pasti investor baru akan berbondong-bondong masuk," ujar Yunus.

Layani
Di sisi lain, PLN kini telah merasakan geliat ekonomi dari program pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintah. Banyak pelaku usaha yang mengajukan permintaan penambahan daya baru. Seperti dilakukan PLN di Bekasi, Jawa Barat. "Hari ini (kemarin), PLN bersama dengan 31 pelanggan industri dan bisnis besar menandatangani kontrak transaksi listrik dengan total daya mencapai 630 Mw di Bekasi. Dua kontrak berupa head of agreement (HoA) dengan PT Gunung Steel Group untuk penambahan daya 200 Mw," jelas Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin di Bekasi, kemarin.

Amir menjelaskan permintaan tambah daya 200 Mw Gunung Steel Group terdiri atas penambahan daya untuk PT Gunung Rajapaksi dari 100 Mw ke 200 Mw dan PT Gunung Garuda untuk penambahan daya dari 115 Mw menjadi 215 Mw. "Hal ini menjadikan Gunung Steel Group sebagai pelanggan PLN terbesar dengan total daya terpasang sebesar 415 Mw atau setara dengan satu unit pembangkit listrik tenaga uap skala menengah." (Cah/E-1)

Komentar