Ekonomi

AP II akan Terlibat dalam Pengembangan Kertajati

Kamis, 14 September 2017 02:02 WIB Penulis: (Cah/Jes/E-3)

MI/Aries Munandar

PT Angkasa Pura II (persero) bersama PT Danareksa Investment bersedia menyerap saham portepel (saham dalam simpanan) yang dikeluarkan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Penerbitan saham ini untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan operasional Bandara Kertajati di Majalengka. Rencana itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) pembelian saham di BIJB yang ditandatangani Dirut AP II M Awaluddin dan perwakilan pemilik saham PT BIJB saat ini Gurbernur Jabar Ahmad Heryawan, Dirut PT Jasa Sarana Mulyadi, Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, dan Dirut PT Dana-reksa Investment Prihatmo Hari Mulyanto.

"Proses due diligence untuk pembelian saham PT BIJB akan kami lakukan paling lambat pada 17 Oktober 2017 sehingga penyerapan saham portepel dapat dilakukan selambat-lambatnya pada 30 November 2017," ungkap Dirut AP II M Awaluddin dalam rilisnya, Rabu (13/9). Ia menjelaskan mengenai besaran porsi saham AP II di PT BIJB nantinya dirumuskan berdasarkan proses due diligence tersebut.

Yang jelas, pembelian saham di PT BIJB oleh AP II tidak akan membuat porsi saham Pemprov Jawa Barat dan PT Jasa Sarana berkurang lantaran yang dibeli ialah saham portepel. "Adapun alasan AP II berminat jadi salah satu pemegang saham di BIJB karena bandara ini amat strategis sehingga perusahaan dapat berperan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di Indonesia khususnya di Jawa Barat," terangnya.

Menurutnya, AP II dan Pemprov Jabar serta PT BIJB juga menandatangani MoU tentang rencana kerja sama pengoperasian BIJB. Dengan MoU itu, semua pihak memulai tahap awal sebelum pengoperasian BIJB dilakukan oleh AP II. "AP II akan mengoperasikan aset-aset pada sisi darat dari BIJB termasuk terkait pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandara. Intinya, operasional BIJB oleh AP II di antaranya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah setempat," pungkas Awaluddin.

Komentar