Sepak Bola

Soal Mental masih Jadi Momok

Kamis, 14 September 2017 07:55 WIB Penulis:

ANTARA

TIM nasional Indonesia U-16 membawa sejuta asa ke ajang kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Bangkok, Thailand, pada 16-24 September nanti.

Tim asuhan Fakhri Husaini itu berambisi lolos dari fase grup dan merebut tiket ke Piala Asia 2018.

Untuk dapat mencapai target tersebut, timnas U-16 melakukan banyak pembenahan.

Tidak hanya mengubah skema permainan dengan mengganti beberapa pemain, tetapi juga memperbaiki mental yang masih menjadi masalah utama para pemain.

Fakhri mengakui emosi anak-anaknya yang saat ini beranjak remaja masih labil dan itu memengaruhi performa permainan mereka di lapangan termasuk saat meraih hasil buruk pada Piala AFF U-15 di Thailand pada Juli lalu.

Karena itu, pembenahan mental para pemain terus dilakukan agar tampil pantang menyerah di setiap pertandingan.

"Di usia mereka yang labil, kami sudah mencoba melakukan beberapa terobos-an, salah satunya menyediakan psikolog khusus untuk melakukan pendampingan. Mudah-mudahan dengan kemenangan 8-0 (timnas Indonesia) U-18 atas Brunei Darussalam dan keberhasilan mereka lolos ke semifinal bisa memotivasi anak-anak untuk tampil lebih baik lagi," ujar Fakhri saat acara pelepasan timnas di Stadion Atang Soetrisna, Cijantung, Jakarta, kemarin.

Pada kualifikasi Piala AFC U-16 nanti, Indonesia berada satu grup dengan tuan rumah Thailand, juga Mariana Utara, Laos, dan Timor Leste.

Dalam peta persaingan antarbangsa di Grup G tersebut, Thailand dianggap masih menjadi lawan tersulit bagi Indonesia karena memiliki tradisi sebagai lawan terkuat dan memegang status sebagai tuan rumah.

Jika melihat labilnya emosi dan mental pemain, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi tak ingin berharap banyak.

Dalam acara pelepasan tersebut, Edy mengatakan dirinya hanya berharap yang terbaik.

"Melihat kemampuan mereka sebetulnya masih ada harapan," ujar Edy.

Kendati demikian, mereka tetap membidik target maksimal yakni lolos ke Piala Asia. (Rul/R-3)

Komentar