Megapolitan

Tak Terima Dipecat Sopir Bunuh Majikan

Kamis, 14 September 2017 08:20 WIB Penulis:

Ilustrasi

POLISI menangkap kawanan pembunuh pasangan suami istri, Husni Zarkasih, 58, dan Zakiah Husni, 53.

Satu di antara tiga pelaku ditembak mati petugas saat penangkapan.

Ketiga pelaku itu ialah Ahmad Zulkifli, Engkos Koswara, dan Sutarto. Zulkifli yang pernah bekerja sebagai sopir korban tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan pembunuh-an pasangan suami istri pengusaha garmen itu telah direncanakan. Pelaku pun terancam hukuman mati.

"Kami kenakan Pasal 340 KUHP dan 365 KUHP yakni tentang pembu-nuhan berencana dan perampokan," ujar Nico, kemarin.

Ia menjelaskan, dari pengakuan dua tersangka, Zulkifli disebut sebagai inisiator dan otak pembunuhan. Dia merencanakan aksi itu di rumah kontrakannya di kawasan Tangerang bersama dua rekannya pada Minggu (10/9) sore.

Para pelaku, kata Nico, sudah menyiapkan beberapa peralat-an seperti lakban, tali, sarung tangan, dan besi.

Para pelaku langsung mendatangi rumah korban di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, sekitar pukul 18.00 WIB.

"Saat istri korban membuka pintu, pelaku langsung diania-ya hingga meninggal dunia," terangnya.

Para pelaku kemudian menunggu Husni yang tengah melaksanakan salat Magrib di masjid.

Dua puluh menit kemudian, Husni datang dan langsung dianiaya hingga meninggal.

Seusai membunuh, para pelaku langsung mengambil barang berharga milik korban seperti 15 jam tangan, perhiasan emas, komputer jinjing, dan beberapa buku rekening milik korban.

Setelah itu, para pelaku memasukkan jasad suami istri itu ke bagasi mobil Toyota Altis milik korban dan membuang mereka ke Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah.

Irul, 35, tetangga korban, mengatakan Zulkifli sudah belasan tahun menjadi sopir korban.

Belakangan, diketahuinya Zulkifli kerap berbuat ulah hingga akhirnya diberhentikan seusai Lebaran lalu.

"Dia sudah berkali-kali dinasihati, cuma masih berulah. Kemudian dia diberhentikan." (Mal/J-1)

Komentar