Humaniora

RUU SDA Harus Jamin Akses terhadap Air

Kamis, 14 September 2017 07:41 WIB Penulis:

MI/LILIEK DHARMAWAN

RANCANGAN Undang-Undang Sumber Daya Air (RUU SDA) yang tengah disusun pemerintah dan DPR harus mengacu pada pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. RUU itu juga harus menjamin akses semua masyarakat terhadap sumber air.

Hal itu mengemuka dalam Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia 2017, di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, kemarin.

“Sesuai prinsip Mahkamah Konstitusi, pengendalian izin pengusahaan air dilakukan pemerintah atas pertimbangan aspek ketersediaan sumber daya air untuk menjamin keadilan dan daya dukung lingkungan hidup. Selain itu, semua pihak didorong untuk dapat berperan mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” kata Ketua Ground Water Working Group (GWWG) Heru Hendrayana.

Menurut dia, setiap orang atau badan hukum usaha yang telah memenuhi persyaratan dapat memohon izin peng­usahaan air ke pemerintah. “Semua harus melalui proses perizinan untuk menjamin tidak terjadi monopoli peng­usahaan air oleh perorangan atau badan hukum tertentu,” ujar Heru yang juga Ketua Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM.

Pada kesempatan sama, Direktur Center for Regulation, Policy, and Go­vernance Mohamad Mova Al Afghani berpendapat sistem penyediaan air minum (SPAM) seharusnya tidak dika­tegorikan sebagai pengusahaan karena terkait dengan pemenuhan hak masyarakat atas air.

“Di RUU SDA tertulis, penerima izin SPAM hanya BUMN/BUMD, tidak bagi masyarakat dan swasta. Sebetulnya hak penguasaan negara lebih dapat dilaksanakan pada UPT/UPTD (unit pelaksana teknis/daerah) bukannya BUMN/BUMD karena merupakan entitas terpisah,” ucap dia.

Secara terpisah, GWWG juga menyerahkan penghargaan bagi lima institusi atas usaha mereka melakukan perlindungan kondisi air tanah.

Kelima perusahaan dan institusi yang menerima penghargaan tersebut ialah perusahaan Sidomuncul, Coca-Cola Amatil, Tirta Investama (Danone Aqua), RSUP Sardjito, dan PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta

“Mereka sebelumnya telah diseleksi, sejauh mana berupaya melindungi sumber daya air tanah,” kata Heru. (AT/H-3)

Komentar