Internasional

Pertemuan Najib-Trump Disorot

Kamis, 14 September 2017 08:17 WIB Penulis: Anastasia Arvirianty

AFP/MANDEL NGAN

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ke Gedung Putih, kemarin, di tengah sorotan terkait dengan keterlibatan PM Malaysia tersebut dalam megaskandal korupsi.

Kedatangan Najib terkait dengan rencana pembelian 25 pesawat Boeing 737 dan 8 787 Dreamliners oleh Malaysia Airlines.

Selain itu, Malaysia masih mungkin membeli 25 pesawat Boeing 737 lagi.

Total nilai pembelian diperkirakan mencapai US$20 miliar.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua investasi yang telah Anda lakukan di Amerika Serikat," kata Trump saat tampil bersama di Ruang Kabinet.

Dalam pertemuan itu Trump juga memuji 'peran utama Najib' dalam melawan kelompok Islamic State (IS) dan kelompok jihad lainnya.

"Dia sangat kuat dalam terorisme di Malaysia dan pendukung hebat dari sudut pandang itu. Itu adalah hal yang sangat penting bagi Amerika Serikat," kata Trump.

Perdana menteri veteran Malaysia itu menghadapi tuduhan bahwa miliaran dolar AS telah dijarah dari dana kekayaan kedaulatan, 1Malaysia Development Berhad (1MDB), perusahaan investasi yang didirikan Najib.

Penjarahan dilakukan melalui kesepakatan luar negeri yang rumit dan saat ini diselidiki pihak berwenang di beberapa negara, termasuk AS.

Baik perdana menteri maupun 1MDB telah menyangkal melakukan kesalahan.

Namun, pengadilan telah mengajukan tuntutan hukum perdata untuk menyita aset, mulai realestat kelas atas hingga karya seni, yang dikatakan bernilai sekitar US$1,7 miliar.

Pengadilan AS mengatakan orang-orang yang dekat dengan Najib mencuri miliaran dolar, dan pemerintah federal berusaha merebut US$1,7 miliar yang dikatakannya diambil dari dana tersebut untuk membeli aset di AS.

Kontraterorisme
Kedua pemimpin sepakat untuk tidak mengangkat isu tersebut dalam pada pertemuan mereka.

Trump dan Najib lebih fokus membahas kesepakatan berbagai bidang, seperti pembangunan ekonomi dan tindakan kontraterorisme saat mereka berbicara dalam penampilan publik di Ruang Kabinet Gedung Putih.

"Dengar, kami tidak akan mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung yang dipimpin pengadilam. Penyelidikan itu bersifat apolitis dan tentunya tidak tergantung pada apa pun yang terjadi besok," kata Sekretaris Pers Sarah Huckabee Sanders pada Senin (11/9).

Lebih lanjut, Sarah mengatakan, AS dan Malaysia memiliki hubungan dan kemitraan 60 tahun yang dibangun untuk kepentingan ekonomi dan keamanan bersama, dan itu akan terus berlanjut.

Anggota parlemen oposisi senior Lim Kit Siang mengatakan banyak orang Malaysia melihat kunjungan Gedung Putih Najib sebagai 'penghinaan dan rasa malu nasional', karena dia tercemar oleh kasus keuangan 1MDB.

Analis mengatakan Najib berharap dapat menghilangkan skandal korupsi dan menjamin legitimasi politik dengan kunjungan Gedung Putih.

"Dia dapat memberi tahu orang Malaysia bahwa 1MDB adalah sebuah isu dan pesan oposisi bahwa dia tidak disukai oleh para pemimpin dunia tidaklah benar. Dia juga akan mencoba menyampaikan kesan bahwa penyelidikan AS terhadap 1MDB tidak ada hubungannya dengan dia," kata James Chin, yang memimpin Institut Asia di Universitas Tasmania, Australia. (AFP/AP/Arv/I-1)

Komentar