Megapolitan

Digunakan Tempat Nyabu, Sudah Sepantasnya Diamond Ditutup

Kamis, 14 September 2017 16:05 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Ilustrasi

POLISI masih memburu penyuplai narkoba untuk politisi Partai Golkar, Indra J Piliang yang ditangkap bersama dua rekannya di Diamond, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (13/9). Diduga ada keterlibatan manajeman dalam peredaran narkoba di tempat hiburan itu.

Pasalnya, Indra mengaku membeli narkoba di salah satu ballroom Diamond. Tempat hiburan yang bersebalahan dengan Polsek Taman Sari itu juga pernah diberi surat peringatan oleh Pemprov DKI Jakarta lantaran menjadi tempat peredaran narkoba.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Toni menegaskan Diamond terancam ditutup. Pada bulan April 2017 lalu, terungkap narkoba disediakan oleh manajeman diskotik. Dalam Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan, tempat hiburan malam yang dua kali kedapatan ada narkoba akan ditutup dan dicabut izinnya.

"Kalau memang terbukti dua kali. Bisa ijinnya ditutup," ucap Toni, Kamis (14/9)

Pada April 2017 lalu, dua orang pengunjung ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta lantaran tertangkap tangan nyabu di salah satu room karouke di kawasan itu. Saat ini, kata Toni, pihaknya masih mempelajari temuan adanya peredaran narkoba dari penangkapan Indra.

Akses ke Diamond masuk dari lantai 6A pusat perbelanjaan Glodok Blustru, pintu masuknya berada di sisi kanan lift. Ditempat itu terdapat tiga lantai. Saat malam hari, kawasan mulai dipenuhi sejumlah pengunjung.

Dari pintu masuk di lantai 6A terdapat dua anak tangga di ujung lorong, tangga ke bawah menuju areal lounge diskotik yang biasa terdapat para penari striptis memperagakan aksinya, sementara di tangga menuju lantai atas terdapat room karaoke.

Room karaoke di diamond cukup beragam jenis, ada yang terdapat kamar lengkap dengan kasur, ada pula yang tak berkamar. Pihak managemen juga menyediakan jasa wanita pemandu lagu.

"Rp2 juta room sudah termasuk LC (pemandu lagu) dan minuman keras," ujar seorang sekuriti Diamond saat dijumpai, Kamis (14/9)

Seperti diskotik dan tempat karaoke pada umumnya, saat memasuki tempat ini, petugas keamanan melakukan aksi penggeledahan barang pengunjung, mulai dari saku celana, dan tas tas yang dibawa. Meskipun seringkali di geledah, namun narkoba tetap saja beredar di tempat ini.

Pemprov DKI Jakarta pun diminta tegas dalam menindak Diamond dan harus ditutup izin usahanya seperti yang dilakukan yang terhadap diskotik Stadium dan Milles yang ditutup begitu diketahui ada peredaran narkoba bahkan adanya keterlibatan manajeman.

"Apalagi yang di tunggu, ini sudah dua kali (ditemukan narkoba). Kami sudah jelas mempertanyakan sikap DKI. Diamond harus di tutup," ucap Sekjen Forum Kemasyrakatan Anti Narkoba (Fokan), Anhar Nasution saat dihubungi Kamis (14/9)

Anhar menilai penangkapan Indra diduga kuat adanya keterlibatan manajemen. Terlebih dalam beberapa kasus sebelumnya, penangkapan pengunjung di Diamond kerap kali terjadi di room karoke.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Malam DKI Jakarta ini menegaskan, dirinya kerap kali mengingatkan agar pengusaha hiburan malam tak lagi menggunakan narkoba sebagai barang dagangannya.

"Ini yang saya katakan, hampir 80 persen hiburan malam di Jakarta terindikasi narkoba. Bukan hanya pasien (pemakai). Tapi manajeman juga ikut berperan mendatangkan barang," tuturnya.

Sikap senada juga diontarkan oleh Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, ia menegaskan diskotik maupun tempat hiburan malam yang kedapatan menjual narkoba wajib ditutup. "Apalagi kalo sampai dua kali. Tidak ada alasan lagi untuk operasi. Harus di tutup," tegas Buwas.

Selain Diamond, diketahui peredaran narkoba juga terlihat di tempat hiburan lainnya, seperti Diskotik Illigals yang kala itu ditemukan 2.500 butir dan ratusan gram sabu, diskotik eksotic yang tertangkap tangan menjual narkoba H5 dan kawasan Butik yang kedapatan pakai ganja.

Meski terungkap keras berjualan dan bertransaksi narkoba. Namun Pemprov DKI hingga kini belum memberikan sanksi terhadap beberapa tempat hiburan itu.(OL-3)

Komentar