Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Gairahkan Prospek Bisnis

Kamis, 14 September 2017 20:22 WIB Penulis:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

MASIFNYA berbagai infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di berbagai daerah mendorong prospek bisnis di daerah tersebut.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan itu seperti program pembangunan jalan dan jembatan, jalan tol, program satu juta rumah, 65 bendungan, irigasi, jaringan air minum perpipaan, dan pengolahan sampah.

“Tuntutan untuk membangun infrastruktur yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah, mendorong para pelaku usaha untuk menelurkan produk yang inovatif. Salah satunya adalah beton masih menjadi material konstruksi utama. Teknologi beton dituntut untuk lebih mudah dikerjakan, lebih kuat, lebih awet namun tetap ekonomis dan ramah lingkungan. Demikian juga teknologi material tambahan (additives) dan bahan campurannya (admixtures) juga dituntut lebih baik,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Concrete Show South East Asia Construction Indonesia 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/9).

Untuk mendorong industri pracetak beton nasional, Menteri Basuki akan mengatur agar BUMN sektor konstruksi dapat bersinergi dengan mitra kontraktor dan produsen beton pracetak produksinya sendiri dalam mengerjakan proyek konstruksi. “Saya ingin mengatur ini" ujarnya.

Menteri Basuki juga mengatakan dari sisi minat investor swasta untuk ikut mendanai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol juga cukup baik sehingga tidak hanya dilakukan oleh BUMN.

Pemerintah juga terus meningkatkan investasi swasta di sektor infrastruktur, salah satunya melalui sekuritasi aset jalan tol seperti yang telah dilakukan sebelumnya untuk ruas Tol Jagorawi oleh PT Jasa Marga pada akhir Agustus lalu.

Peran swasta sangat penting karena adanya keterbatasan anggaran Pemerintah dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Meskipun demikian komitmen Pemerintah telah ditunjukan dengan meningkatnya anggaran pembangunan infrastruktur sejak tahun 2015-2017.

Kementerian PUPR mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar yakni Rp106,91 triliun atau yang tertinggi di antara kementerian/lembaga lainnya. “Tentunya ini amanah yang harus kita jaga dan belanjakan secara efektif dan akuntabel untuk meningkatkan daya saing negara kita di tengah persaingan internasional," jelasnya.

Menteri Basuki juga menyambut baik diselenggarakannya pameran ini, dan bisa menjadi gambaran optimisme bisnis infrastruktur di Indnoesia yang punya prospek baik di masa depan. Ia mencontohkan pameran perumahan yang digelar Agustus lalu, Bank BTN berhasil meraih nilai transaksi mencapai di atas Rp5 triliun. Transaksi tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mampu meraih Rp4 triliun.

"Keberhasilan tersebut menunjukan bahwa kita masih punya pasar yang kuat dalam pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Pameran yang digelar oleh PT UBM Pameran Niaga Indonesia dan PT Pamerindo Indonesia adalah platform tepat bagi para pemain di industri beton, konstruksi, pertambangan, energi migas dan kemaritiman baik di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.

Pada ajang pameran internasional tersebut, Balitbang Kementerian PUPR juga berpartisipasi dengan menampilkan produk-produk hasil Litbang serta forum bisnis produk Litbang di mana turut dilakukan penandatanganan minat menjadi aplikator produk litbang. Melalui forum bisnis ini diharapkan produk litbang semakin banyak pemanfaatannya di masyarakat.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Kementerian ESDM Satry Nugraha, Kepala Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bambang Guritno, dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi Rezeki Peranginangin.

Sementara itu bagi PII, pameran ini menjadi kesempatan para insinyur sipil, akademisi, pelaku konstruksi, teknisi untuk dapat melihat dan menikmati langsung teknologi terkini dalam pembangunan infrastruktur.

"Pameran juga dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan terutama konstruksi dan beton agar tercipta kerja sama yang dapat memberikan manfaat lebih luas di masa mendatang," tutur Ketua Badan Kejuruan Sipil PII Bambang Guritno. (OL-4)

Komentar