Ekonomi

RI Jajaki Peluang di Asia Selatan

Senin, 18 September 2017 01:45 WIB Penulis: (Tes/E-1)

MI/MOHAMAD IRFAN

PEMERINTAH Indonesia dan Bangladesh menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama sektor energi. Penandatanganan dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan State Minister for Power, Energy, and Mineral Resources Bangladesh Nasrul Hamid di Jakarta, pekan lalu. Hadir antara lain Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani dan Direktur Utama Petrobangla Abul Mansur Md Faizullah. MoU antarpemerintah (G to G) itu akan menjadi landasan kerja sama di antara dua BUMN energi tiap negara yakni Pertamina dan Petrobangla. Melalui kerja sama itu, Pertamina akan memasok LNG ke Bangladesh sekaligus memiliki peluang mengembangkan infrastruktur mulai floating storage and regasification unit, pipa transmisi, hingga pembangkit listrik di Bangladesh.

Pada 2018, Bangladesh diperkirakan defisit pasokan gas/LNG sekitar 1 juta ton per tahun dan meningkat jadi sekitar 11 juta ton per tahun pada 2030. Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani mengatakan inisiasi kerja sama dilakukan Pertamina yang ingin mengembangkan bisnis infrastruktur gas atau LNG ke pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Bangladesh, Pakistan, India, dan Filipina. Untuk itu, Pertamina menyampaikan expression of interest atau proposal integrated LNG to power kepada Menteri Energi Bangladesh pada 31 Agustus 2017.

Pertamina, lanjutnya, juga berinisiatif membentuk konsorsium dengan mitra internasional dan mitra lokal Bangladesh. "Konsorsium saat ini sedang menyiapkan proposal unsolited electricity solution yang merupakan proyek terintegrasi dari mulai pasokan LNG sampai dengan penyediaan listrik ke pemerintah Bangladesh," kata Yenni. Yenni menambahkan pertimbangan Pertamina melakukan ekspansi bisnis ke Bangladesh ialah untuk mengembangkan pasar baru di luar pasar tradisional Pertamina, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. "Ini momentum penting bagi Pertamina untuk lebih mengembangkan bisnis internasionalnya khususnya bisnis LNG," tandasnya.

Komentar