Ekonomi

Cadangan Devisa Indonesia Semakin Kuat

Sabtu, 7 October 2017 13:52 WIB Penulis: Tesa Oktiana Surbakti

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

POSISI cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2017 mencapai US$ 129,4 miliar atau lebih tinggi dibandingkan per akhir Agustus 2017 sebesar US$ 128,8 miliar. Posisi cadangan itu cukup membiayai 8,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional yakni, 3 bulan impor.

Adapun peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang bersumber dari penerimaan pajak dan devisa hasil ekspor minyak dan gas bumi (migas) bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, salah satu risikonya adalah jika ada "capital reserval". Cadangan devisa kita itu lebih dari 9 bulan impor yang mana di atas persyaratan dunia. Tetapi itu bukanlah yang utama, sebab yang utama ialah kekuatan dari transaksi berjalan," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jum'at (6/10).

Defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia dikatakannya masih terkendali. Pada kuartal II 2017, CAD memang tercatat 1,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Secara historis, kondisi kuartal II biasanya cenderung tertekan. Namun pada kuartal III, CAD akan kembali berjalan dengan baik. Pihaknya memprediksi CAD sepanjang 2017 berkisar 1,5-2 persen dari PDB. Sedangkan pada 2018, Bank Indonesia memperkirakan CAD di antara 2-2,5 persen dari PDB.

"Transaksi berjalan kita di 2017 akan berada pada "Range" 1,5-2 persen dari GDP (Gross Domestic Production). Kita tentu ingin menjaga transaksi berjalan kita sehat," katanya.

Lebih lanjut dia menggarisbawahi kondisi makro ekonomi Indonesia mencerminkan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Dari kondisi kuartal III 2017, Agus menilai terdapat perbaikan dari sisi investasi, kinerja ekspor dan impor berikut pertumbuhan sektor ritel.

Maka dari itu, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 akan mencapai 5-5,4 persen. Apalagi, tren inflasi terus terkendali di mana per September 2017 tercatat 0,13 persen dan secara "year on year" di level 3,72 persen.(OL-3)

Komentar