Megapolitan

Pelebaran Trotoar Sudirman-Thamrin Dicanangkan Besok

Sabtu, 7 October 2017 16:38 WIB Penulis: Yanurisa Ananta

MI/ARYA MANGGALA

DUA jalan utama Jakarta yakni Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan bakal nyaman dilalui bagi pejalan kaki. Tidak lama lagi, proyek pelebaran trotoar sepanjang 6,2 kilometer di sepanjang tersebut dicanangkan pada Minggu (8/10).

Pencanangan penataan ulang jalur pedestrian itu akan dilaksanakan di sepanjang jalur Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/Car Free Day). Pengelola gedung, perwakilan moda transportasi publik, organisasi dan masyarakat akan datang sebagai bentuk partisipasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Saefullah mengatakan pencanangan akan dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menjelang pergantian kepemimpinannya dengan gubernur terpilih. Tujuannya agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan akan trotoar yang akan diperlebar 8-10 meter itu.

“Pencanangan akan dilakukan di jalur CFD tepatnya di ujung Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Pak Gubernur mau mencanangkan Trotoar Kita. Biar ada pengakuan bahwa ini (trotoar) milik kita. Sehingga dijaga bersama,” kata Saefullah.

Dalam pencanangan itu masyarakat akan secara langsung melihat konsep dan desain penataan trotoar di mana jalur lambat akan dihilangkan. Jalur lambat yang dihilangkan itu sebagiannya akan digunakan untuk ruang pelebaran trotoar sekaligus jalur sepeda. Sebagai konsekuensi sebanyak 554 pohon dari total 1.670 pohon di sekitar Sudirman-Thamrin akan dipangkas.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal menyebut, pohon-pohon itu nantinya akan dipindahkan ke lokasi hijau seperti Taman BMW, Jakarta Utara dan Kebon Bibit. Penanaman kembali pohon-pohon yang sudah dipangkas akan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau tidak bisa ditanami pepohonan, kita pakai kanopi seperti di stasiun Sudirman. Intinya, kita akan menciptkan koriodor yang benar-benar melayani perjalanan orang dari Mass Rapid Transit (MRT) ke gedung-gedung sekitar," kata Yusmada.

Meski demikian, proyek pelebaran trotoar belum akan dilakukan bulan ini. Pasalnya, tiga perusahaan yang diwajibkan mengerjakan proyek belum menunjuk kontraktor. Ketiga perusahaan itu, yakni PT Mitra Panca Persada (MPP), PT Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta dan PT Kepland. Dana sekitar Rp500 miliar dihimpun dari ketiganya melalui sisa dana pembangunan Simpang Susun Semanggi (SSS) yang juga merupakan dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Setelah menunjuk kontraktor di akhir tahun, pendataan pedestrian pun dikerjakan secara bertahap sesuai pola konfigurasi pemanfaatan ruang. Misalnya, penataan jalur sepeda saja harus diperjelas lagi.

“Sepeda saja masih dipikirkan Bagaiaman jalurnya, lalu sepedanya milik siapa, apakah disewakan atau bawa sendiri. Banyak hal yang akan dilakukan," ungkapnya.

Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar menuturkan, ketiga kontraktor yang nantinya ditunjuk akan berkoordinasi dengan pihaknya sebagai salah satu stakeholder. PT MRT sendiri, kata William hanya mengerjakan sekitar 200 meter di kawasan dekat Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Sementara, penataan trotoar Bundaran Senayan hingga Bendungan Hilir dikerjakan PT MPP dan trotoar dari Bendungan Hilir hingga Patung Kuda dikerjakan oleh Kepland.

“Adanya stasiun MRT akan memicu adanya perubahan struktur kota secara keseluruhan. 8-15 meter kiri dan kanan jalan Sudirman-Thamrin akan terintegrasi dengan pintu masuk-pintu masuk MRT. Kami memastikan pengguna transportasi umum MRT mendapat dukungan kenyamanan." pungkasnya. (OL-3)

Komentar