Polkam dan HAM

Anggota DPR dari Golkar Jadi Tersangka Suap Ketua PT Sulut

Sabtu, 7 October 2017 20:56 WIB Penulis: Micom

ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

KOMISI Pemberantasan Korupsi menetapkan anggota DPR RI Komisi XI Aditya Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara Sudiwardono sebagai tersangka.

Dalam operasi tangkap tangan berhasil diamankan uang SGD64 ribu diduga digunakan untuk mengamankan putusan banding vonis Marlina Moha yang merupakan ibu dari Aditya.

"Ada tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh hakim PT Sulut, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan dua tersangka. Diduga sebagai penerima SDW (Sudiwardono) selaku Ketua PT Sulawesi Utara. Dan diduga sebagai pemberi AAM (Aditya Anugerah Moha) anggota DPR RI Komisi XI periode 2014-2019," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat memberikan keterangan pers di Kantor KPK Jakarta, kemarin.

Aditya dan Sudiwardono ditangkap KPK di Jakarta, Jumat (6/10) kemarin malam bersama tiga orang lainnya. Mereka ditangkap di sebuah hotel di daerah Pencenongan, Jakpus.

Syarif menjelaskan, penyerahan uang suap terjadi pada Jumat (6/10) sekitar pukul 23.15 WIB. Penyerahan uang terjadi di pintu darurat hotel.

"Setelah penyerahan tersebut terjadi, tim KPK amankan AAM dan beserta ajudannya di lobi hotel. Di kamar SDW KPK mengamankan SGD 30.000 dalam amplop putih dan SGD 23.000 dalam amplop cokelat. Uang dalam amplop cokelat diduga sisa pemberian sebelumnya," imbuhnya. Selain itu, KPK juga mengamankan SGD 11.000 di mobil Aditya Moha.

Sebagai pihak penerima, Sudiwardono disangkakan pasal 12c atau 12a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Aditya, selaku pihak pemberi disangkakan pasal 6 ayat i a atau 5 a atau b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-7)

Komentar