Nusantara

Ratusan Pengungsi Pulang ke Rumah

Ahad, 8 October 2017 06:36 WIB Penulis: RS/Ant/N-1

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

SEBANYAK 143 pengungsi akibat erupsi Gunung Agung di Posko Banjar Lebah, Desa Basangkawan, Kabupaten Klungkung, Bali, memilih kembali ke daerah asal mereka di Dusun Hyang Api, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

“Bukan karena keinginan kami memulangkan pengungsi. Mereka yang ingin kembali ke rumah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung Bali I Putu Widiada di Klungkung, kemarin.

Dia menjelaskan kepulangan para pengungsi antara lain disebabkan permintaan dari kelian adat (kepala dusun) yang menyatakan daerah mereka berada di luar kawasan rawan bencana (KRB). “Kami BPBD Klungkung hanya memfasilitasi kepulangan mereka,” ujarnya.

Pengungsi diantar dengan menggunakan dua unit bus angkutan kota milik Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung dan barang-barang milik peng­ungsi diangkut menggunakan satu unit truk masing-masing milik Kodim setempat dan Polsek Klungkung.

“Awalnya mereka mengungsi ke Posko Banjar Lebah dengan sepeda motor dan meminjam mobil milik warga,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Klungkung telah memulangkan 121 jiwa dari Dusun Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (6/10).

Mengenai aktivitas gunung, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika memastikan masih dalam status awas atau level IV.

“Gunung Agung masih kritis. Saya mengharapkan masyarakat dan wisatawan tidak masuk ke radius awas ini,” ujarnya.

Dia memastikan asap (solfatara) berwarna abu-abu pada kawah Gunung Agung akibat pantulan cahaya pada pagi hari. “Saya tegaskan asap yang keluar dari Gunung Agung masih berwarna putih dan belum abu-abu,” ujar Gede Suantika.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan asap yang keluar dari kawah Gunung Agung masih dominan berwarna putih.

“Keluarnya asap Gunung Agung menunjukkan gas yang keluar sudah banyak dan biasanya tekanannya menurun, tapi bukan habis,” kata dia. (RS/Ant/N-1)

Komentar