Polkam dan HAM

Kang Emil Beli Ikan Asin di Pasar Parung

Ahad, 8 October 2017 07:24 WIB Penulis: DD/Ant/P-3

Bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) berbincang dengan pedagang kaki lima di sekitar Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/10). -- ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

RIDWAN Kamil, bakal calon Gubernur Jawa Barat, blusukan ke Pasar Modern Parung, Kabupaten Bogor, kemarin. Di sana dia menyapa pedagang dan pembeli. Para pedagang dan pembeli berebut berswafoto dengan pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Mayoritas pedagang mengeluhkan pasar sepi karena banyak yang memilih untuk berjualan di luar pasar. “Banyak pedagang yang jualan di luar pasar, akibatnya pasar ini sepi pengunjung,” kata Dimyati, Kaur Desa Waru, Parung.

Saat mendengar keluhan itu, Kang Emil mengatakan harus ada penataan ulang pasar itu agar diminati pembeli, mulai tata ruang hingga kebersihan. “Saya melihat tata ruang pasar kurang bagus. Misalnya, jalan masuk ke pasar terlalu jauh,” kata dia.

Padahal, lanjutnya, potensi ekonomi di pasar tersebut sangat besar. “Kalau saya diberi amanah menjadi gubernur, di depan pasar akan saya bangun alun-alun, tempat orang bekumpul, dan akses menuju pasar. Tata ruang pasar dibuat lebih menarik dan bersih,” ujarnya.

Di pasar itu, Kang Emil sempat membeli ikan asin sepat. “Ikan asin sepat ini kesukaan saya. Meski banyak cucuknya (duri), rasanya nikmat banget dimakan sama nasi panas. Jadi, kalau wartawan mau ngirim saya, kirimi aja ikan asin dan tahu, pasti saya makan,” tukasnya.

Dia juga bertanya terkait harga sembako dan komoditas lain, apakah ada kenaikan harga? Pedagang menjawab, insya Allah harga-harga cukup stabil. “Kalau dulu harga cabai sampai Rp100 ribu per kg, sekarang hanya Rp30 ribu per kg. Harga-harga masih stabil, Pak,” kata Ade, pedagang cabai.

Sementara itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA menyatakan Ridwan Kamil merupakan sosok yang unggul sebagai kandidat cagub pada Pilkada Jabar 2018, tetapi belum menjadi kandidat perkasa. “Kalau merujuk data kita, Ridwan Kamil yang konsisten disimulasi sebagai calon, selalu unggul, tetapi belum kategori perkasa,” kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI/Denny JA, Toto Izul Fatah, di Bandung,­ kemarin.

Ia mengatakan, dalam survei yang dilakukan pada 22-29 September 2017 dengan menggunakan metode standar: multi stage random sampling, tingkat popularitas Ridwan Kamil belum mencapai 50%. “Ini artinya ia masih potensial disalip oleh calon lain, terutama tiga nama yang beredar saat ini, yakni Deddy Mizwar, Dede Yusuf, dan Dedi Mulyadi.” (DD/Ant/P-3)

Komentar