Polkam dan HAM

Pilkada Ajang Adu Konsep, bukan Adu Kebencian

Ahad, 8 October 2017 07:24 WIB Penulis: FL/ant/P-3

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo -- MI/Arya Manggala

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan pasangan calon yang menjadi peserta pilkada serentak 2018 beradu konsep untuk mewujudkan pembangunan. “Pasangan calon silakan adu konsep untuk meningkatkan harkat, martabat, dan pembangunan masyarakat,” ujarnya seusai menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) periode 2016-2021, di Surabaya, Jumat (6/10) malam.

Menurutnya, adu konsep dapat membuat masyarakat mengerti program dan kebijakan yang akan diusung dalam mengemban amanat rakyat. Untuk itu, seluruh pasangan calon ataupun tim sukses masing-masing diharapkan dapat menghindari ujaran kebencian bersifat SARA, apalagi fitnah yang berujung pada ketidaknyamanan berpolitik dan ketegangan masyarakat.

“Jangan sampai ada calon atau tim sukses yang tidak beradu konsep, tapi malah membuat isu tidak benar dan menghasut. Hindari juga politik uang,” ucap mantan Sekjen PDIP itu.

Khusus untuk pilkada Jatim, politikus PDIP itu berharap peran serta dan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan dengan memberikan hak pilih secara bertanggung jawab. “Mari sukseskan dan gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani. Terlebih, pilkada serentak tahun depan sama dengan 68% suara Pe­milu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019,” jelasnya.

Menurut dia, IPI memiliki kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Selain itu, IPI diharapkan aktif menjaga solidaritas dan konsolidasi umat sehingga tercipta suasana aman, nyaman, dan damai.

Ketua Umum DPP IPI Zaini Ahmad mengaku selama ini pihaknya selalu mendukung demokrasi perkembangan politik di Indonesia. Selain itu, pihaknya terus mengembangkan bidang ekonomi, pariwisata, dan teknologi informasi. “Di bidang ekonomi, akan ada pameran produk santri tingkat internasional yang bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Demikian juga dengan bidang pariwisata dan digital.” (FL/ant/P-3)

Komentar