Polkam dan HAM

Jasriadi Palsukan Identitas Atas Nama Bela Islam

Ahad, 8 October 2017 20:52 WIB Penulis: Sri Utami

MI/Putra Ananda

TERSANGKA kelompok Saracen Jasriadi tergabung kelompok media sosial yang memiliki misi menyerang kelompok yang dinilai memojokan Islam.

Anggota kelompok tersebut terhubung dengan Jasriadi melalui media sosial Facebook dan bertemu dalam aksi bela Islam beberapa waktu lalu. Tim pengacara tersangka Jasriadi, Juju Purwantoro mengatakan kliennya aktif membuat konten yang menyerang kelompok yang memojokan Islam. Hal ini juga mendasari tersangka menggandakan puluhan kartu identitas.

"Yang dilakukan itu untuk melawan kelompok yang banyak menulis tentang hal-hal yang memojokan Islam. Jadi kartu itu dari kelompok yang dilawan itu," ujarnya di Jakarta, Minggu (8/10).

Dalam beberapa aktivitasnya Jasriadi juga menerima pesanan iklan yang berisi tentang aksi bela Islam di media yang dikelolanya. Namun Juju mengaku tidak mengetahui pemesan berinisial T yang diungkapkan oleh Jasriadi saat pemeriksaan beberapa waktu lalu.

Sementara itu pengacara kelompok Saracen Dwiyani, Burhanudin, menerangkan kliennya juga masuk kelompok media sosial yang di dalamnya ada dua tersangka Jasriadi dan Asma Dewi.

"Iya dia kenal dengan Jasriadi," ujarnya

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombel Martinus Sitompul mengatakan, penyidik akan memeriksa dugaan keterlibatan pihak yang disebutkan oleh tersangka dan saksi.

"Semuanya akan dikembangkan baik. Siapa pun yang terlibat dan mungkin disebutkan dalam pemeriksaan akan ditindaklanjuti tanpa pandang bulu," terangnya

Sebelumnya Dwiyani diperiksa sebagai saksi tersangka Jasriadi dan Sri Rahayu. Dalam pemeriksaan tersebut Dwiyani dicecar pertanyaan terkait keterlibatannya dengan kelompok Saracen. Dalam pemeriksaan terakhir Jasriadi di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, pria tersebut dijerat dengan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jasriadi telah melakukan tindak pidana melawan hukum dengan ilegal akses sistem elektronik milik orang lain. (OL-4)

Komentar