Internasional

RI dan Taiwan Perkuat Kerja Sama

Kamis, 12 October 2017 06:17 WIB Penulis: (Tes/I-2)

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Robert J Bintaryo. MI/PANCA SYURKANI

INDONESIA dan Taiwan terus meningkatkan kerja sama di berbagai sektor. Dengan kebijakan New Southbound Policy, hubungan kedua negara diyakini semakin prospektif. Kepala Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia (TETO) John Chen menuturkan Taiwan telah mencapai berbagai kemajuan. Mulai dari sektor industri yang mendapat panggung di kancah internasional, negara yang ramah bagi pekerja asing, hingga berhasil memprakarsai kebijakan untuk pengalihan sistem ekonomi termasuk Asia Sillicon Valley Center.

Menyoroti relasi dengan Indonesia, Chen mengungkapkan kebijakan New Southbound Policy membawa arah kerja sama kedua negara pada prinsip saling menguntungkan. New Southbound Policy merupakan strategi ekonomi dan perdagangan Taiwan yang mempertajam peran penting negara tersebut terhadap pembangunan Asia. “Melalui kebijakan New Southbound Policy, hubungan antara Indonesia dan Taiwan menuju level yang lebih baik. Kerja sama yang sudah dijalankan baik terkait pertanian, perdagangan sampai pembinaan sumber daya manusia (SDM). Kebijakan ini memang tidak melupakan aspek people to people,” ujar Chen dalam gala dinner perayaan Hari Nasional Taiwan ke-106, Selasa (10/10) malam.

Lebih lanjut Chen mengemukakan nilai investasi Taiwan di Indonesia pada semester I 2017 mencapai US$300 juta atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode serupa tahun lalu. Adapun Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Robert J Bintaryo mengungkapkan tidak lama lagi Indonesia akan menyelenggarakan Indonesian Week di Taiwan dalam rangka memperkuat relasi.

Robert menekankan urgensi penguatan kerja sama dengan Taiwan seiring manfaat yang diperoleh Indonesia. Seperti dalam neraca perdagangan per Semester i 2017, Indonesia tercatat surplus dengan Taiwan sebesar US$1 miliar dari total perdagangan US$ 4,8 miliar. Indonesia juga memperoleh devisa dari tenaga kerja Indonesia di Taiwan yang diketahui mencapai 254 ribu jiwa. Adapun jumlah pelajar Indonesia di Taiwan tercatat sekitar 5.300 jiwa. “Hubungan indonesia dengan Taiwan memang cukup baik, dari sisi perdagangan hingga pendidikan. Apalagi dengan New Southbond Policy, ini Taiwan semakin ingin memperluas kerja sama dengan negara-negara di selatan Asia,” jelas Ro-bert. (Tes/I-2)

Komentar