Polkam dan HAM

Kapolri Sebut Densus Tipikor bukan Kompetitor KPK

Kamis, 12 October 2017 21:54 WIB Penulis: Astri Novaria

MI/MOHAMAD IRFAN

KAPOLRI Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi merupakan mitra kerja Komisi Pemberantasan Korupsi. Tito berharap kehadiran Densus Tipikor nantinya tidak dianggap sebagai kompetitor KPK.

Dia menyebut dengan adanya Densus, KPK justru bisa fokus pada kasus-kasus besar. Sementara, Densus akan bergerak membantu memberantas kasus korupsi di daerah hingga tingkat desa.

"Saya berpendapat dengan adanya Densus ini teman-teman KPK bisa fokus ke masalah yang besar, sedangkan Densus bisa fokus kepada wilayah-wilayah, sampai ke desa," ujar Tito di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10).

Tito mengklaim, tugas penanganan kasus yang dilakukan Polri sangat luas. Polri sudah biasa bergerak menangani atau menangkap oknum birokrat atau pejabat negara hingga tingkat daerah. Sedangkan, dia mempertanyakan apakah KPK dengan jumlah personel 1.000 orang bisa menangani banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia.

"Tugas penanganan polisi ini sangat luas sekali. Lihat itu, penangkapan apa, ada hakim, ketua wilayah, banyak sekali. Birokrat ini jumlahnya ratusan ribu ya, jutaan malah. Jutaan birokrat kemudian yang terkait dengan birokrat juga, memberikan gratifikasi, memberikan suap, itu juga jutaan. Ada yang pengusaha ada yang masyarakat umum ll. Persoalannya mampu enggak ditangani oleh teman-teman KPK yang jumlahnya 1.000 orang?" sambung Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini menyebut pihaknya membuka diri untuk berbicara dengan KPK soal pembagian tugas penanganan kasus korupsi. Pihaknya menyatakan tak masalah untuk menangani kasus besar atau kecil.

"Silakan mungkin kita bisa bicarakan kasus yang dianggap bisa besar. Sementara Densus ini kan bisa yang besar bisa yang kecil karena kan jaringannya jumlahnya lebih banyak hampir 3560 jadi lebih masif penindakannya. Kolaborasi semua pihak termasuk Kejaksaan. Jangan dianggap kompetitor lah. Prinsip kami dengan adanya densus penanganan kasus korupsi di Indonesia akan lebih masif," pungkasnya. (OL-2)

Komentar