Polkam dan HAM

Indonesia Siapkan Alutsista untuk Laos

Jum'at, 13 October 2017 07:18 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

Presiden Joko Widodo dengan didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang bersama Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith dan istrinya, Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (12/10)---ANTARA/Rosa Panggabean

PRESIDEN Joko Widodo menerima kunjungan kerja Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin (Kamis, 12/10).

Pertemuan kedua kepala pemerintahan itu menghasilkan tiga kesepakatan kerja sama, yaitu fokus pada investasi, pertahanan, dan sosial budaya.

Hal itu diungkapkan Presiden saat menggelar konferensi pers bersama dengan PM Thongloun seusai pertemuan bilateral dan penandata-nganan nota kesepahaman.

“Saya menyambut baik kerja sama bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” kata Jokowi yang didampingi PM Thongloun.

PM Laos tiba di Istana Bogor pukul 10.15 WIB dan langsung disambut Presiden Jokowi. Kedua kepala pemerintahan itu kemudian mengikuti upacara penyambutan tamu.

Pada awal pertemuan, Jokowi dan Ibu Negara Iriana terlebih dahulu mengajak PM Laos untuk berbincang santai di beranda Istana Bogor. Acara itu kerap disebut sebagai veranda talk.

Terkait dengan kerja sama pertahanan, Presiden mengatakan industri strategis Indonesia siap menyediakan pesawat dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk Laos. Jokowi meyakinkan bahwa produk-produk semacam pesawat dan alutsista asal Indonesia berkualitas.

Jokowi menyebutkan kunjungan PM Laos tahun ini tergolong istimewa karena sekaligus menandakan 60 tahun ­hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Dalam perbincangan, kedua kepala negara juga membahas permasalahan yang tengah terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. PM Thongloun juga menegaskan komitmen negaranya untuk meningkatkan peran ASEAN di level regional dan internasional.

Selain itu, PM Laos berterima kasih atas dukungan Indonesia dalam pembangunan sumber daya ­manusia negaranya dan atas dukungan terhadap kepemimpinan Laos di ASEAN pada 2016 .

Menteri Perdagangan ­Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Indonesia berupaya terus meningkatkan transaksi perdagangan dengan Laos. Pada 2016, nilai perdagangan Indonesia dan Laos sebesar US$10,071 juta. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai US$8,55 juta. (Pol/X-4)

Komentar