Megapolitan

Wapres Titip Pesan Untuk Anies-Sandiaga yang Akan Dilantik

Jum'at, 13 October 2017 08:17 WIB Penulis: Irvan Sihombing

ANTARA/Yudhi Mahatma

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Sandiaga Uno agar tegas dalam memimpin Jakarta. Kalla juga mengingatkan keduanya agar tangguh menyelesaikan beragam persoalan di ibu kota serta serius dalam membangun infrastruktur.

Hal itu dikatakan JK menjelang pelantikan Anies-Sandi yang tinggal menghitung hari, pada Senin (16/10). Setidaknya ada dua persoalan pokok yang membutuhkan ketegasan dan ketangguhan pasangan Anies-Sandi dalam membenahi Jakarta.

"(Dalam memimpin) kota yang sebesar itu harus tegas. Taft (tangguh) mengurusi persoalan banyak orang. Dan sekali lagi memperbaiki infrastruktur. Dua kan masalah yang memusingkan. Kemacetan dan banjir," kata JK di London, Inggris, Kamis (12/10) pagi, sebelum bertolak kembali ke Indonesia.

JK menuturkan dirinya sempat bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di ajang Europalia di Brussels, Belgia, Selasa (10/10) lalu. Ia melihat Foke yang kini menjadi Duta Besar RI untuk Jerman tampak lebih segar. Rupanya, kelakar JK, Foke kini tidak dipusingkan lagi dengan persoalan kemacetan dan banjir.

"Kemarin saya ketemu dengan Pak Fauzi Bowo di ajang Europalia (di Brussels, Belgia). Saya bilang, 'Pak ini sehat banget ini, gemuk ini.' Dia bilang, 'Ya iya enggak stres lagi akibat banjir dan kemacetan.' Artinya itu dua masalah pokok yang kita lihat dan juga (ada) masalah kekumuhan," lanjut dia.

Wapres mengaku sempat malu karena Buku Lonely Planet tentang 100 kota terbaik di dunia tidak mencantumkan Jakarta. Ia ingin hal itu tidak terjadi lagi di Era Anies-Sandi.

"Saya baca buku 100 kota terbaik di dunia ini, Jakarta tidak masuk. Waduh saya bilang waduh harga diri ini agak direndahkan oleh (buku) Lonely Planet itu. Artinya kita memperbaiki banyak hal terutama dua hal tadi, kemacetan, dan dua-duanya (termasuk banjir) juga butuh (pembangunan) infrastruktur. Dari segi jalan, infrastruktur air, sanitasi, perumahan rakyat. Mudah-mudahan Anies-Sandi bekerja lebih serius untuk itu," lanjut JK, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Irvan Sihombing dari London, Inggris.

Wapres sepakat bahwa Gubernur Djarot Saiful Hidayat dan pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama sudah serius dalam menggarap infrastruktur. Namun, ia menilai hal tersebut harus lebih ditingkatkan lagi bila ingin menjadikan Jakarta lebih baik.

Tentu, ujar JK, tidak hanya infrastruktur yang dibenahi. Gubernur baru juga harus mampu memperbaiki sistem layanan pemerintahan, meningkatkan kedisiplinan warga Jakarta, dan menambah ruang terbuka hijau.

"Ya kalau kita lihat beberapa hal seperti jalan lingkar, jalan apa, dan pelebaran jalan sudah berjalan. Tetapi masih perlu diperbaiki lagi dan sistemnya, disiplinnya. Daerah ruang terbuka hijau juga harus ditambah," tegasnya.

Ia membandingkan Jakarta dengan London. Di ibu kota Inggris itu, tidak banyak warga yang memiliki ruang terbuka hijau karena untuk urusan tersebut sangat serius digarap oleh pemerintah Kota London.

"Kalau kita lihat di London ini. Sebenarnya kita daerah hijau kalau dijumlahkan sudah cukup baik kan? Tetapi milik pribadi. Mungkin ada orang punya rumah (dengan luas tanah) 1000 meter persegi, tamannya 500 meter persegi. Itu kan milik pribadi, beda kan dengan London. Hampir orang-orang tidak punya taman sendiri kan? Tetapi taman umum itu yang banyak. Kita harus bagaimana mengombinasikan ini. Artinya pemerintah harus lebih serius," tandasnya. (OL-3)

Komentar